Samsu Rizal Panggabean Dimakamkan di Sleman Siang Ini

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Samsu Rizal Panggabean. ugm.ac.id

    Samsu Rizal Panggabean. ugm.ac.id

    TEMPO.CO, Yogyakarta - Salah satu dosen Departemen Hubungan Internasional Fakultas Ilmu Politik dan Sosial UGM Samsu Rizal Panggabean meninggal dunia, Kamis, 7 September 2017. Kepala Program Studi Magister Perdamaian dan Resolusi Konflik (MPRK) UGM dan Sekretaris Pusat Studi Keamanan dan Perdamaian (PSKP) itu akan dimakamkan siang ini.

    Samsu Rizal dikenal sebagai pakar ilmu politik luar negeri dan pakar resolusi konflik. Ia meninggal di Rumah Sakit Umum Sardjito Yogyakarta sekitar pukul 05.00 WIB. Sebelumnya, ia dirawat sejak Minggu, 3 September 2017 karena merasa tidak enak badan pascaoperasi jantung. 

    Baca juga: Pakar Resolusi Konflik dari UGM Samsu Rizal Panggabean Meninggal

    "Agustus lalu dipasang ring di jantung. Sabtu yang lalu tidur seharian. Minggu kami bawa ke rumah sakit," kata Irvan Aroqi, putera kedua almarhum di rumah duka di Rejondani, Ngaglik, Sleman, Kamis, 7 September 2017.

    Samsu Rizal meninggalkan satu istri, Luthfianah Rahmawati, dan dua anak, Sarah Fithri dan Irvan Aroqi Panggabean. Para pelayat sudah berdatangan sejak pagi untuk salat jenazah. Para dosen dan mahasiswa berdatangan.

    Almarhum akan dimakamkan di pemakaman umum di kampung setempat, Kamis, 7 September 2017 pukul 15.00 WIB.

    Irvan mengatakan, sebenarnya ada rencana di pertengahan bulan ini akan berangkat ke Jepang. Yaitu untuk menghadiri wisuda anak pertamanya usai lulus kuliah. Ìrvan juga kuliah di salah satu universitas di Jepang sudah dua tahun ini.

    Salah satu teman Samsu Rizal Panggabean, Muhammad Chirzin yang dulu sama-sama nyantri di Pondok modern Darussalam Gontor Ponorogo juga tampak mengimami salat jenazah. Profesor Muhammad bercerita saat ia menjadi pembina pramuka Samsu Rizal. "Kami akrab, orangmya semangat," kata Muhammad.

    MUH SYAIFULLAH


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Intoleransi di Bantul dan DIY Yogyakarta dalam 2014 hingga 2019

    Hasil liputan Tempo di DIY Yogyakarta, serangan terhadap keberagaman paling banyak terjadi di Bantul sepanjang 2014 sampai 2019.