Surya Paloh Tunjuk Johnny G Plate sebagai Sekjen Partai NasDem  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Pansus RUU Pemilu Lukman Edy dan Anggota Pansus RUU Pemilu Johnny G. Plate usai mengikuti proses lobi antar fraksi di ruang rapat panitia kerja paripurna DPR RI, Senayan, Jakarta, 20 Juli 2017. Tempo/Yohanes Paskalis

    Ketua Pansus RUU Pemilu Lukman Edy dan Anggota Pansus RUU Pemilu Johnny G. Plate usai mengikuti proses lobi antar fraksi di ruang rapat panitia kerja paripurna DPR RI, Senayan, Jakarta, 20 Juli 2017. Tempo/Yohanes Paskalis

    TEMPO.COJakarta - Ketua Umum DPP Partai NasDem Surya Paloh mengangkat anggota Dewan Perwakilan Rakyat, Johnny G. Plate, sebagai sekretaris jenderal partai yang baru. Johnny menggantikan Nining Indra Saleh, yang selama ini menjabat pelaksana tugas sekretaris jenderal setelah sekjen yang lama, Rio Patrice Capella, tersangkut kasus suap.

    Penunjukan Johnny sebagai sekjen dilakukan Surya Paloh dan dibahas dalam rapat pimpinan Partai NasDem pada Senin, 4 September 2017. "Ini hak prerogatif ketum. Hanya dibicarakan di tingkat pimpinan DPP," kata Johnny saat ditemui di Jalan Gunawarman, Jakarta Selatan, Rabu malam, 6 September 2017.

    Saat rapat pimpinan berlangsung, Johnny sedang berada di Amerika Serikat. Karena itu, ia tidak tahu alasan penunjukan dirinya sebagai sekjen. "Itu sudah keputusan partai, sekarang tinggal menunggu surat keputusan dari Kementerian Hukum dan HAM," tuturnya.

    Johnny menjelaskan, restrukturisasi di dalam partai hal yang biasa, apalagi menjelang pemilihan umum. "Kebetulan dalam waktu dekat proses pemilu sudah dimulai pada 2018. Pada saat yang sama terjadi pilkada (pemilihan kepala daerah) serentak di lebih seratus daerah," ucapnya.

    Wakil Ketua Fraksi NasDem di DPR ini berujar perubahan tidak hanya terjadi di tingkat DPP, tapi juga di tingkat DPW dan DPC. Proses restrukturisasi ini, kata dia, sebagai kebutuhan menghadapi pemilu.

    Sebelum terjun dalam dunia politik, Johnny merupakan seorang pengusaha yang cukup sukses. Ia pernah menjabat sebagai Direktur Utama PT Air Asia Investama.

    Nama Johnny sempat muncul dalam skandal Panama Papers setelah bocornya dokumen milik firma hukum Mossack Fonseca. Namun dia membantahnya dan mengaku tidak memiliki aset ataupun rekening bank yang terkait dengan Mossack.

    Adapun kariernya di politik dimulai dengan bergabung bersama Partai Kesatuan Demokrasi Indonesia. Namun partai tersebut tidak lolos pemilu 2014 dan Johnny memutuskan bergabung dengan Partai NasDem.

    Di Partai NasDem yang dipimpin Surya Paloh, Johnny sebelumnya menjabat sebagai Ketua DPP Bidang Energi, Sumber Daya Alam, dan Lingkungan Hidup. Sementara itu, di Senayan, ia duduk sebagai anggota Komisi Keuangan DPR RI.

    AHMAD FAIZ


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Erupsi Merapi Dibanding Letusan Raksasa Sejak 7200 Sebelum Masehi

    Merapi pernah meletus dengan kekuatan 4 Volcanic Explosivity Index, pada 26 Oktober 2010. Tapi ada sejumlah gunung lain yang memiliki VEI lebih kuat.