Jokowi: Saatnya Pangan Menjadi Panglima, Bukan Politik..  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Jokowi (kiri) menyampaikan orasi ilmiah saat sidang terbuka di Grha Widya Wisuda, Kampus IPB, Dramaga, Bogor, 6 September 2017. Sidang terbuka ini dihadiri ribuan civitas akademi IPB. ANTARA/Arif Firmansyah

    Presiden Jokowi (kiri) menyampaikan orasi ilmiah saat sidang terbuka di Grha Widya Wisuda, Kampus IPB, Dramaga, Bogor, 6 September 2017. Sidang terbuka ini dihadiri ribuan civitas akademi IPB. ANTARA/Arif Firmansyah

    TEMPO.CO, BOGOR - Ada pesan khusus yang disampaikan Presiden  Joko Widodo
    dalam Dies Natalis Institut Pertanian Bogor, Rabu 6 September 2017. Di kampus IPB Bogor, dalam pidatonya, Presiden Jokowi mengatakan ke depan bukan politik dan hukum yang akan menjadi penglima, tapi justru urusan pangan.

    "Siapa yang punya pangan, dia yang mengendalikan," kata Presiden Jokowi saat orasi pada sidang terbuka dalam rangka "dies natalis" Institut Pertanian Bogor (IPB) di Kampus Dramaga, Kabupaten Bogor.

    Menurut Jokowi, ke depan seluruh negara akan berebut pangan, energi, dan air sehingga perlu disiapkan logistik yang memadai agar negara tidak mudah ditundukkan. "Tanpa ketersediaan logistik yang mencukupi, negara ini mudah dikalahkan," kata Jokowi.

    BACA: Jokowi: Banyak Lulusan IPB Kerja di Perbankan

    Jokowi menegaskan, negara mudah ditundukkan karena ke depan bukan politik lagi yang jadi penglima, mungkin bukan hukum lagi yang jadi panglima. "Saatnya pangan yang menjadi panglima," katanya.

    Karena itu, menurut Presiden Jokowi, paradigma-paradigma baru dan inovasi baru tentang pangan harus dikeluarkan dan diciptakan."Tanpa itu sulit rasanya kita kompetisi, sulit bersaing dengan negara lain," kata Jokowi.

    Presiden Jokowi mengaku sering menegur para menterinya, terkait urusan pangan. Dia mencontohkan masalah nelayan karena menterinya berpuluh-puluh tahun tidak bisa menyelesaikan masalah cantrang.

    "Sudah berpuluh-puluh tahun ngurusin cantrang tidak selesai. Padahal dunia sudah berubah ke 'offshore aquaculture, kenapa  tidak bisa mengikuti era perubaan yang sangat cepat ini," katanya.

    BACA: Jokowi Tantang Lulusan IPB Terjun ke Sawah

    Presiden Jokowi juga sempat menyentil fenomena banyaknya mahasiswa IPB yang banyak bekerja di perbankan. "Mahasiswa IPB banyak yang kerja di bank. Saya cek direksi-direksi perbankan BUMN itu yang banyak dari IPB, manajer tengah yang banyak berasal dari IPB. Terus yang mau jadi petani siapa?" kata Jokowi yang disambut tawa hadirin.

    Meski setengah bercanda, Jokowi juga menyesalkan hal tersebut. Soalnya, dia menilai IPB memiliki kemampuan untuk mempersiapkan petani dalam persaingan global seperti penguatan industri beni, aplikasi industri, penggilingan dan pengolahan.

    Jokowi  menyebutkan, IPB sebagai penghasil ahli pertanian itulah yang nantinya akan terjun ke masyarakat dan bisa membawa pertanian menjadi moderen. Untuk itu, dia mengimbau mahasiswa IPB untuk mau terjun ke sawah dan pertanian.

    ADITYA BUDIMAN | ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lolos ke Piala Eropa 2020, Ronaldo dan Kane Bikin Rekor

    Sejumlah 20 negara sudah memastikan diri mengikuti turnamen empat tahunan Piala Eropa 2020. Ada beberapa catatan menarik.