Inilah Perkara-perkara Korupsi yang Masih Menanti Dahlan Iskan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mantan Menteri BUMN Dahlan Iskan (kiri) bergegas seusai diperiksa terkait kasus korupsi penjualan aset PT Panca Wira Usaha (PWU) di Kejaksaan Tinggi Jawa Timur, Surabaya, 27 Oktober 2016. Dahlan menjadi tersangka penjualan aset saat menjabat Direktur Utama PT PWU. ANTARA/Umarul Faruq

    Mantan Menteri BUMN Dahlan Iskan (kiri) bergegas seusai diperiksa terkait kasus korupsi penjualan aset PT Panca Wira Usaha (PWU) di Kejaksaan Tinggi Jawa Timur, Surabaya, 27 Oktober 2016. Dahlan menjadi tersangka penjualan aset saat menjabat Direktur Utama PT PWU. ANTARA/Umarul Faruq

    TEMPO.CO, Jakarta - Mantan Menteri BUMN Dahlan Iskan masih harus menunggu sikap kejaksaan atas putusan Pengadilan Tinggi Surabaya yang telah membebaskannya dari dakwaan korupsi pelepasan aset milik PT Wira Jatim, pekan lalu. Selain beperkara dalam kasus itu, Dahlan juga harus menghadapi beberapa kasus korupsi lainnya.

    Kasus-kasus korupsi yang diduga melibatkan Dahlan selain penjualan aset milik Badan Usaha Milik Daerah Jawa Timur adalah perkara 21 Gardu Induk Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara; korupsi program bina lingkungan Kementerian BUMN; pengadaan 16 mobil listrik untuk KTT APEC di Bali; dan dugaan korupsi proyek sawah cetak. Perkara-perkara itu ditangani oleh Polri dan Kejaksaan.

    Status Dahlan dalam perkara-perkara itu ada yang masih menjadi saksi, namun juga ada yang sudah ditetapkan sebagai tersangka. Nilai korupsinya pun bervariasi, mulai yang puluhan hingga ratusan miliar rupiah.

    Baca:
    Pengadilan Tinggi Bebaskan Dahlan Iskan, Hakim Tidak ...
    Kasus Pelepasan Aset BUMD, Hakim Kabulkan Banding Dahlan Iskan

    Berikut adalah perkara-perkara korupsi yang juga diduga melibatkan Dahlan:  

    1. Kasus 21 Gardu Induk Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara, 2011-2013
    Nilai proyek: Rp1,063 triliun
    Indikasi kerugian negara: Rp33,218 miliar
    Status: Tersangka
    Tersangka lain: 15 orang, sebagian besar pegawai PLN
    Peran Dahlan: Direktur Utama PLN dan kuasa pengguna anggaran
    Lembaga yang menangani: Kejaksaan Tinggi DKI

    2.Dugaan korupsi program bina lingkungan Kementerian BUMN 2012-2014
    Nilai proyek: Rp1,4 triliun dari dana corporate social responsibility sejumlah BUMN
    Indikasi kerugian negara: Lebih dari Rp200 miliar
    Status: Pemeriksaan saksi
    Peran Dahlan: menerbitkan surat keputusan program
    Lembaga yang menangani: Kejaksaan Tinggi DKI

    Baca juga:
    Rapat di DPR Hari Ini, KPK: Undangannya Kami Hormati ...
    Rapat dengan KPK Hari Ini, DPR Akan Tanya Soal Aris ...

    3. Pengadaan 16 mobil listrik untuk KTT APEC di Bali, 2013
    Nilai proyek : Rp32 miliar
    Indikasi kerugian negara: Diduga senilai proyek, Rp32 miliar
    Tersangka: Agus Suherman, Bekas Kepala Program Kemitraan dan Bina Lingkungan Kementerian BUMN, dan Dasep Ahmadi, Direktur PT Sarimas Ahmadi Pratama
    Peran Dahlan: inisiator proyek
    Lembaga yang menangani: Kejaksaan Agung

    4. Proyek Sawah Cetak, 2012
    Proses hukum: Badan Reserse Kriminal Markas Besar Polri
    Status: Saksi
    Kerugian negara: Rp317 miliar
    Peran Dahlan: inisiator proyek sawah cetak di Ketapang, Kalimantan Barat. Kementerian diduga tidak melakukan perencanaan dan pemeriksaan dengan baik, termasuk soal penetapan lokasi.
    Lembaga yang menangani: Badan Reserse Kriminal Mabes Polri.

    Evan Kusumah | PDAT Sumber Diolah Tempo


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wajah Anggota Kabinet Indonesia Maju yang Disusun Jokowi - Ma'ruf

    Presiden Joko Widodo mengumumkan para pembantunya. Jokowi menyebut kabinet yang dibentuknya dengan nama Kabinet Indonesia Maju.