Aksi Bela Rohingya di Borobudur, Tiga Kapolda Kumpul di Semarang

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sorotan lampu menghiasi candi Borobudur saat perayaan Hari Raya Waisak di Magelang, Jawa Tengah, 11 Mei 2017. Detik-detik datangnya hari Raya Waisak, umat Budda dan wisatawan menempelkan kertas berisi doa atau cita-cita hidup yang diharapkan pada lampion kertas untuk diterbangkan ke langit. (Ulet Ifansasti/Getty Images)

    Sorotan lampu menghiasi candi Borobudur saat perayaan Hari Raya Waisak di Magelang, Jawa Tengah, 11 Mei 2017. Detik-detik datangnya hari Raya Waisak, umat Budda dan wisatawan menempelkan kertas berisi doa atau cita-cita hidup yang diharapkan pada lampion kertas untuk diterbangkan ke langit. (Ulet Ifansasti/Getty Images)

    TEMPO.CO, Semarang - Polri mengumpulkan tiga pimpinan kepolisian daerah  menjelang digelarnya Aksi Bela Rohingya yang rencananya akan digelar di  Magelang, Jawa Tengah.  Tiga pimpinan Polda yang berkumpul di Semarang itu adalah Kapolda Jawa Tengah, Irjen Condro Kirono, Kapolda DIY, Brigjen Ahmad Dofiri  dan Wakapolda Jawa Timur Brigjen Awan Samodra.

    Turut serta dalam rapat korodinasi pimpinan Polda itu, Asisten Operasi  Kepala Kepolisian RI, Inspektur Jenderal M. Iriawan.  “Ini untuk menyamakan persepsi terkait pengerahan masa di Borobudur,”  kata M Iriawan, usai rapat dengan petinggi Polda di Semarang, Selasa  5 September 2017.

    Baca juga: Aksi Peduli Rohingya Akan Digelar di Masjid Dekat Borobudur

    Mantan Kepala Polda Metro Jaya itu merahasiakan strategi pengamanan aksi peduli Rohingya yang awalnya hendak digelar di komplek Candi Borobudur. Aksi yang kemudian  dipindah ke Masjid Agung Magelang itu akan dihadapi dengan pengerahan pasukan untuk pengamanan. “Strategis tidak bisa disebutkan, kosumsi internal,” kata Irawan.

    Rapat tiga pimpinan polda bersama Iriawan itu mengeluarkan keputusan agar aksi solidaritas peduli Rohingya dilakukan di daerah masing-masing. “Kami meminta agar anggota ormas dan masyarakat kelompok lain mengurungkan aksi di Candi Borobudur,” katanya.

    Baca juga: Aksi Solidaritas Rohingya di Borobudur, Peserta Janji Tak Merusak

    Kapolda Jawa Tengah Inspektur Jenderal Condro Kirono, menetapkan Kabupaten Magelang dalam status siaga satu selama tiga hari sejak tanggal 7 hingga 9 September  2017.  Keputusan itu dilakukan untuk menjaga Candi Borobudur dari aksi solidaritas peduli Rohingya oleh masyarakat Jawa Tengah. “Polda Jateng siaga satu mulai Kamis, Jum’at , Sabtu,” kata Condro Kirono.

    Condro menyebutkan siaga satu itu  untuk mencegah peserta aksi tak masuk kawasan komplek candi yang telah dinyatakan sebagai obyek vital. “Borobudur situs keajaiban dunia yang ditetapkan sebagai obyek vital,” kata Condro.

    Baca juga: Ketua PBNU Said Aqil Imbau Nahdliyin Tak Ikut Aksi di Borobudur

    Ia menjelaskan siaga satu yang ditetapkan itu diimbangi dengan pengerahan 22  Satuan Setingkat Kompi (SSK) oleh anggota polisi dan bantuan 3  SSK dari TNI. Upaya itu untuk menjaga kawasan Borobudur yang banyak digunakan untuk aktivitas publik yang tak hanya dari sektor pariwisata, namun juga perputaran ekonomi.

    Menurut dia pengamanan itu menjamin para peserta aksi yang beralih ke Masjid An Nur atau masjid agung Magelang  tak bisa masuk ke kawasan ring satu Borobudur. “Kami sudah menjaga di kawasan Candi  di ring  dua,” kata Condro menjelaskan.

    Baca juga: Aksi Bela Rohingya, Muhammadiyah: Tak Ada Laskar Islam di Klaten

    Kepada wartawan Condro  menyatakan sudah meminta semua Kapolres di Jawa Tengah agar aksi solidaritas untuk Rohingya di negara Myanmar dilakukan di masing-masing  masjid agung Kabupaten dan Kota. Langkah itu dilakukan berkoordinasi  dengan kepala daerah masing-masing. “Semua memberikan pemahaman tentang efektivitas aksi , juga melibatkan tokoh dan ulama di daerah,” katanya.

    EDI FAISOL


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lolos ke Piala Eropa 2020, Ronaldo dan Kane Bikin Rekor

    Sejumlah 20 negara sudah memastikan diri mengikuti turnamen empat tahunan Piala Eropa 2020. Ada beberapa catatan menarik.