Ini Aturan Jika Ingin Unjuk Rasa di Candi Borobudur  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suasana perayaan Detik-detik Waisak 2558BE/2014 pada pukul 2:15:37 di Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, (15/5). Umat Budha memperingati hari lahir, hari kematian, dan hari saat Sang Buddha Gautama mendapat pencerahan mencapai nirvana. TEMPO/Suryo Wibowo

    Suasana perayaan Detik-detik Waisak 2558BE/2014 pada pukul 2:15:37 di Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, (15/5). Umat Budha memperingati hari lahir, hari kematian, dan hari saat Sang Buddha Gautama mendapat pencerahan mencapai nirvana. TEMPO/Suryo Wibowo

    TEMPO.CO, Jakarta - Pengelola Candi Borobudur mengingatkan jika ingin melaksanakan aksi demonstrasi di kompleks candi itu ada beberapa hal yang harus diperhatikan. Direktur PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan, dan Ratu Boko Edi Setijono mengatakan aksi unjuk rasa tak dibolehkan di dalam kawasan candi.

    “Paling dekat hanya 500 meter dari candi,” katanya, Senin 4 September 2017.

    Menurut Edi, kawasan Candi Borobudur dilindungi Undang-Undang Nomor 9 Tahun 1998 tentang Kemerdekaan Menyampaikan Pendapat di Muka Umum. Dalam undang-undang itu diatur tentang penyampaian pendapat di objek vital. Menurutnya Candi Borobudur termasuk objek vital negara.

    Baca juga: Obama Sebut Borobudur dan Prambanan sebagai Wujud Toleransi RI

    Sebelumnya beredar kabar sekelompok orang akan menggelar aksi bela Rohingya dengan mengepung Candi Borobudur. Rencana aksi ini beredar di sejumlah grup WhatsApp, sejak Ahad lalu. Dalam pesan berantai itu tercantum nama 107 organisasi dari Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta yang akan mengikuti kegiatan tersebut. Salah satunya adalah Laskar Islam Klaten, himpunan sejumlah organisasi Islam di Klaten, termasuk FPI.

    Namun FPI baru akan memutuskan ikut atau tidaknya setelah rapat DPD FPI Jawa Tengah yang dilakukan pada Senin malam, 4 September 2017.

    Menurut Edi, koordinator aksi juga harus menyampaikan izin berupa surat, bukan hanya lisan saja. Edi mengimbau agar dalam menyampaikan aspirasi dilakukan dengan santun. “Jika merusak dan mencaci maki justru Indonesia yang dirugikan,” ujarnya.

    Sebab Candi Borobudur merupakan simbol kedamaian, kerukunan antarumat beragama. “Kami berkoordinasi dengan kepolisian,” tuturnya.

    MUH SYAIFULLAH | JH


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tommy Soeharto dan Prabowo, Dari Cendana Sampai ke Pemerintahan

    Tommy Soeharto menerima saat Prabowo Subianto masuk dalam pemerintahan. Sebelumnya, mereka berkoalisi menghadapi Jokowi - Ma'ruf dalam Pilpres 2019.