FPI Jawa Tengah Rapat Malam Ini Soal Aksi Kepung Borobudur  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Salah satu cagar alam yang masuk dalam 7 keajaiban dunia pada abad ke-9, Candi Borobudur terlihat berkilau dengan sorotan sinar lampu biru dalam perayaan ulang tahun PBB ke-70 di Magelang, Jawa Tengah, 24 Oktober 2015. AP Photo

    Salah satu cagar alam yang masuk dalam 7 keajaiban dunia pada abad ke-9, Candi Borobudur terlihat berkilau dengan sorotan sinar lampu biru dalam perayaan ulang tahun PBB ke-70 di Magelang, Jawa Tengah, 24 Oktober 2015. AP Photo

    TEMPO.CO, Jakarta - Kabar akan ada aksi bela Rohingya di kompleks Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, pada Jumat, 8 September 2017, dibenarkan oleh Ketua Front Pembela Islam (FPI) Kabupaten Klaten Suyadi Al Abu Fatih.

    "Memang benar ada informasi itu. Sementara ini ada beberapa pihak yang mengklaim (sebagai inisiator aksi bela Rohingya di Borobudur), biar saja. Kalau dari FPI baru akan membahas hal itu dalam rapat di DPD Jawa Tengah nanti malam," kata Suyadi kepada Tempo pada Senin, 4 September 2017.
     
    Dari pantauan Tempo, kabar ihwal aksi bela Rohingya di Borobudur beredar di sejumlah grup WhatsApp, sejak Ahad lalu. Dalam pesan berantai itu tercantum nama 107 organisasi dari Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta yang akan mengikuti kegiatan tersebut. Salah satunya adalah Laskar Islam Klaten, himpunan sejumlah organisasi Islam di Klaten termasuk FPI.

    Baca juga: Surat Terbuka Peraih Nobel Kritik Aung San Suu Kyi Soal Rohingya
     
    Berkaitan dengan aksi bela Rohingya di Borobudur, Suyadi mengatakan, pihaknya masih menunggu keputusan rapat di DPD FPI Jawa Tengah pada Senin malam. Jika DPD memberi izin, FPI Klaten akan turut dalam kegiatan tersebut dengan membawa nama organisasi.
     
    "Kalau secara pribadi kami siap berangkat," kata Suyadi. Jika DPW FPI Jawa Tengah tidak memberi izin, Suyadi berujar, dia tetap akan berangkat ke Borobudur sebagai individu alias tidak mengatasnamakan FPI dan tidak mengenakan atribut FPI. "Yang jelas kami dari Klaten akan all out. Tapi berapa jumlah massa yang akan berangkat, saya sulit menjawabnya. Itu sudah ranahnya Allah yang memanggil," ujar Suyadi.
     
    Sekretaris PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan, dan Ratu Boko, Achmad Muchlis, belum bisa dikonfirmasi berkaitan dengan rencana aksi bela Rohingya di Borobudur. Meski nomor telepon selulernya aktif, Muchlis belum menjawab saat beberapa kali dihubungi. Pertanyaan Tempo via pesan singkat dan WhatsApp juga belum dibalas hingga siang ini.
     
    DINDA LEO LISTY


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.