Titik Panas di Sumatera Bertambah, Indikasi Kebakaran Hutan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas kepolisian dibantu tim forest fire Sinar Mas Forestry berusaha memadamkan kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di Desa Bonai Darusalam, Rokan Hulu, Riau, 28 Agustus 2016. ANTARA/Rony Muharrman

    Petugas kepolisian dibantu tim forest fire Sinar Mas Forestry berusaha memadamkan kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di Desa Bonai Darusalam, Rokan Hulu, Riau, 28 Agustus 2016. ANTARA/Rony Muharrman

    TEMPO.CO, Pekanbaru - Satelit Tera dan Aqua memantau 71 titik panas yang diindikasikan kebakaran hutan dan lahan di sejumlah wilayah di Pulau Sumatera. Jumlah tersebut meningkat dibandingkan dengan hari sebelumnya, yaitu 67 titik panas.

    "Titik panas terpantau pukul 06.00 pagi, " kata Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika Stasiun Pekanbaru Oto Sukisno, Ahad, 3 September 2017.

    Baca : 67 Titik Indikasi Kebakaran Hutan di Sumatera

    Sukisno mengatakan Sumatera Selatan menjadi daerah penyumbang titik panas terbanyak, yaitu mencapai 31 titik. Disusul Bangka Belitung sebanyak 16 titik, Lampung sebanyak 8 titik, Jambi empat titik, Bengkulu satu titik dan Kepulauan Riau satu titik.

    Sementara itu, di wilayah Riau terpantau 9 titik yang tersebar di Indragiri Hulu tiga titik, Pelalawan lima titik dan Siak satu titik. "Tingkat kepercayaan di atas lima puluh persen," kata Sukisno.

    Baca : Pemerintah Siapkan Skema Baru Tangani Kebakaran Hutan

    Sejak Januari 2017, Pemerintah Provinsi Riau telah menetapkan status Siaga darurat kebakaran hutan dan lahan, yang telah diperpanjang hingga akhir November mendatang. Langkah itu guna mengantisipasi bencana menahun di wilayah tersebut.

    Menurut Sukisno, secara umum cuaca wilayah Riau cerah berawan. Potensi hujan ringan hingga sedang terjadi di  sebagian wilayah Rokan Hulu, Rokan Hilir, Kota Dumai, Kota Pekanbaru, Pelalawan, Siak, Kampar dan Kuansing.

    RIYAN NOFITRA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.