Surakarta Tawarkan Wisata Blusukan Kampung Bersejarah

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Masyarakat menunggu puncak acara Sekaten di Masjid Agung Keraton Surakarta, 3 Januari 2015. Puncak Sekaten ditandai dengan keluarnya Gunungan yang terbuat dari sayur dan makanan tradisional. Tempo/Ahmad Rafiq

    Masyarakat menunggu puncak acara Sekaten di Masjid Agung Keraton Surakarta, 3 Januari 2015. Puncak Sekaten ditandai dengan keluarnya Gunungan yang terbuat dari sayur dan makanan tradisional. Tempo/Ahmad Rafiq

    TEMPO.CO, Solo - Dinas Pariwisata Surakarta mencoba menawarkan destinasi wisata baru berupa blusukan di kampung-kampung bersejarah di kota itu. Konsep wisata itu diharapkan mampu mendorong peningkatan ekonomi masyarakat setempat.

    "Pada tahap awal ini kami menyiapkan Kampung Kemlayan dan Kepatihan untuk menjadi sebuah destinasi," Kepala Dinas Pariwisata Surakarta Basuki Anggoro Hexa, Kamis 31 Agustus 2017. Pihaknya akan mengajak wisatawan untuk berkeliling di kedua kampung itu pada akhir pekan ini.

    Baca juga: Ganjar Pranowo: Gunung Kemukus Harus Jadi Wisata Religi

    Kampung Kemlayan dinilai memiliki nilai sejarah tinggi lantaran pernah menjadi kampung para empu gamelan pada masa lampau. Sedangkan Kampung Kepatihan dulunya menjadi salah satu pusat pemerintahan selain di kawasan Keraton Kasunanan Surakarta.

    "Di kedua kampung itu masih banyak dijumpai benda dan bangunan yang bersejarah," katanya. Dalam acara Gelar Potensi Wisata Kampung yang dihelat akhir pekan ini, pihak Dinas Pariwisata menyiapkan sejarawan yang akan mendampingi para wisatawan selama perjalanan.Dalam acara Gelar Potensi Wisata Kampung yang digelar akhir pekan ini, pihaknya menyiapkan sejarawan yang akan mendampingi para wisatawan selama perjalanan.

    "Pada tahap selanjutnya kami berharap masyarakat sekitar bisa menjadi pemandu bagi wisatawan yang datang," kata Basuki. Pemerintah, kata dia, telah menyiapkan berbagai data dan penelitian sejarah yang dibuat oleh akademisi. "Bisa digunakan oleh warga sebagai pemandu," katanya.

    Simak pula: Jawa Tengah Berpeluang Menjadi Pusat Wisata Berbasis Sepur

    Koordinator Gelar Potensi Wisata Kampung Surakarta, Fafa Utami, menjelaskan bahwa Kemlayan dan Kepatihan bisa menjadi destinasi baru di luar kampung-kampung yang telah banyak dikenal. "Selama ini wisatawan lebih banyak mengenal Kampung Kauman dan Laweyan sebagai wisata batik," katanya.

    Dia mengakui sebenarnya di Surakarta masih ada beberapa kampung yang lebih menarik dibandingkan Kemlayan dan Kepatihan. "Namun, pada tahap awal ini, kami memilih memperkenalkan kedua kampung itu," katanya. Alasannya, data sejarah yang dikumpulkan dari dua kampung itu sudah cukup lengkap.

    AHMAD RAFIQ


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.