Catatan Blogger: Tiru Cara Korea Selatan Menjamin Hak PRT

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Puluhan pekerja rumah tangga (PRT) berunjuk rasa di bawah jalan layang, Makassar, 9 Oktober 2015. Mereka mendesak pihak terkait untuk mengungkap dugaan penganiayaan yang menimpa rekan mereka yang dilakukan majikannya, serta mendesak pemerintah untuk segera mengesahkan RUU Perlindungan PRT.TEMPO/Fahmi Ali

    Puluhan pekerja rumah tangga (PRT) berunjuk rasa di bawah jalan layang, Makassar, 9 Oktober 2015. Mereka mendesak pihak terkait untuk mengungkap dugaan penganiayaan yang menimpa rekan mereka yang dilakukan majikannya, serta mendesak pemerintah untuk segera mengesahkan RUU Perlindungan PRT.TEMPO/Fahmi Ali

    TEMPO.CO, Jakarta - Korea Selatan memiliki cara jitu agar pekerja rumah tangga atau PRT  memiliki hak yang sama dengan pekerja lain. “Mereka mengawali penyamaan profesi PRT dengan pekerja lainnya dengan mengubah panggilan PRT,” demikian Umi Qoidah, pendamping PRT di Malang menuliskan pengalamannya selama studi banding di Korea Selatan di Indonesiana pada Jumat, 1 September 2017.

    Baca: Aris Budiman Laporkan Novel Baswedan ke Polisi, Begini Respons KPK

    Umi bersama 19 orang lainnya terpilih organisasi buruh internasional (ILO) Jakarta mengikuti studi banding ke Korea Selatan pada 19 Agustus lalu. Di negeri ginseng itu, ia berdiskusi dengan para PRT Korea Selatan tentang hak-hak PRT. Di sana, ia dipertemukan dengan Kim Ok-yeon, PRT di Busan, Korea Selatan.

    Kepada Umi, Kim  menuturkan, ia meminta majikannya agar tidak memanggilnya dengan kata ahjumma atau bibi tapi dipanggil dengan Manager Rumah Tangga. “Kalau dipanggil bibi itu berarti keluarga.”

    Baca: Alasan Polisi Cepat Memproses Laporan Aris Budiman Atas Novel

    Selain pengubahan panggilan, Korea Selatan mewajibkan adanya kontrak tertulis yang jelas dan ditandatangani oleh PRT, Koperasi Manager Rumah Tangga, dan majikan.

    Selengkapnya, baca di sini.

    INDONESIANA| ISTI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Eliud Kipchoge Tak Pecahkan Rekor Dunia Marathon di Ineos 1:59

    Walau Eliud Kipchoge menjadi manusia pertama yang menempuh marathon kurang dari dua jam pada 12 Oktober 2019, ia tak pecahkan rekor dunia. Alasannya?