Cerita Argo Soal Direktur Penyidikan KPK Laporkan Novel Baswedan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Polisi RP Argo Yuwono. TEMPO/M. Iqbal Ichsan

    Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Polisi RP Argo Yuwono. TEMPO/M. Iqbal Ichsan

    TEMPO.CO, Jakarta - Polisi telah meningkatkan status perkara dugaan pencemaran nama baik yang menjerat penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Novel Baswedan
    ke penyidikan. "SPDP (surat pemberitahuan dimulainya penyidikan)-nya sudah dikirim," kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Raden Prabowo Argo Yuwono saat dihubungi, Selasa, 31 Agustus 2017.

    Argo menjelaskan, kepolisian telah memeriksa pelapor Novel, yaitu Direktur Penyidikan KPK Aris Budiman. Selanjutnya, penyidik akan memeriksa sejumlah saksi ahli dalam perkara ini. Sedangkan status Novel masih sebagai terlapor. "Statusnya saksi terlapor, nanti kami periksa. Untuk sementara, kami memeriksa saksi ahli dulu," ujarnya.

    Baca: 4 Daftar Dosa Direktur Penyidikan KPK Aris Budiman

    Aris Budiman melaporkan Novel ke Polda Metro Jaya dengan tuduhan pencemaran nama baik. Menurut Argo, Aris melapor secara tertulis pada 13 Agustus 2017. "Merasa nama baiknya tercemar. Kemudian pada 21 Agustus membuat laporan ke polisi," ucapnya.

    Aris, Argo melanjutkan, mengaku merasa terhina dengan kata-kata yang ditulis Novel melalui surat elektronik (e-mail). Sebelumnya, Aris memang mengaku sempat bersitegang dengan Novel terkait dengan aturan perekrutan penyidik dari kepolisian.

    Kemudian pada Februari lalu Novel Baswedan  disebutkan mengirim e-mail yang berisi keberatan atas mekanisme pengangkatan penyidik dari Polri yang dianggapnya tidak sesuai dengan aturan internal KPK. Dalam e-mail itu, nama Aris turut disebut.

    "Pada 14 Februari 2017, ada e-mail yang menyerang secara personal. Tentu saya marah, tersinggung, dan terhina," kata Aris dalam rapat Panitia Khusus Hak Angket KPK di gedung DPR pada Selasa malam, 29 Agustus 2017.

    INGE KLARA SAFITRI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tingkat Kepuasan Kinerja dan Catatan Baik Buruk 5 Tahun Jokowi

    Joko Widodo dilantik menjadi Presiden RI periode 2019 - 2024. Ada catatan penting yang perlu disimak ketika 5 tahun Jokowi memerintah bersama JK.