Idul Adha, Jusuf Kalla Berkurban 5 Sapi di Jakarta dan Makassar  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Presiden Jusuf Kalla (kanan) didampingi Menteri Perdagangan Thomas Lembong (kiri) memberikan keterangan kepada wartawan usai pertemuan bilateral saat KTT LB Ke-5 OKI mengenai Palestina dan Al-Quds Al-Sharif di JCC, Jakarta, 7 Maret 2016. ANTARA FOTO/OIC-ES2016/Wisnu Widiantoro

    Wakil Presiden Jusuf Kalla (kanan) didampingi Menteri Perdagangan Thomas Lembong (kiri) memberikan keterangan kepada wartawan usai pertemuan bilateral saat KTT LB Ke-5 OKI mengenai Palestina dan Al-Quds Al-Sharif di JCC, Jakarta, 7 Maret 2016. ANTARA FOTO/OIC-ES2016/Wisnu Widiantoro

    TEMPO.CO, Jakarta – Wakil Presiden Jusuf Kalla menyumbang lima ekor sapi pada Idul Adha 1438 Hijriah. Hewan kurban itu berada di Jakarta dan Makassar, Sulawesi Selatan.

    "Ah tak banyak. Lima. Ada di Jakarta dan Makassar," kata Kalla di kantor Wakil Presiden, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta, Rabu, 31 Agustus 2017.

    Baca juga: Ini Sapi Kurban Presiden Jokowi dan Wapres Jusuf Kalla

    Dalam kesempatan itu, Kalla mengucapkan selamat Idul Adha kepada umat muslim. Menurut Kalla, Idul Adha adalah hari raya kurban bagi umat Islam untuk mempelajari dan meneladani Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail dalam menjalani kehidupan.

    "Dan itu bagi kita semua, juga memberi teladan bahwa untuk mencapai tujuan-tujuan tertentu dibutuhkan pengorbanan-pengorbanan yang baik," ucapnya.

    Kalla berharap hari raya Idul Adha memberi hikmah dan hidayah bagi masyarakat dalam membangun bangsa yang maju, aman, serta damai.

    Untuk salat Idul Adha, Kalla mengatakan akan melaksanakan salat di Masjid Istiqlal, Jakarta. Ia dikabarkan akan salat Idul Adha bersama dengan Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful.

    Berbeda dengan Jusuf Kalla, Presiden Joko Widodo akan melaksanakan salat Idul Adha di Sukabumi, Jawa Barat. Rencananya salat Idul Adha akan dilaksanakan di Lapang Merdeka Kota Sukabumi.

    AMIRULLAH SUHADA



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.