Kemnaker Lantik 9 Atase Ketenagakerjaan

Oleh:
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kemnaker Lantik 9 Atase Ketenagakerjaan

    Kemnaker Lantik 9 Atase Ketenagakerjaan

    TEMPO.CO, Jakarta - Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) melantik sembilan Atase Ketenagakerjaan (Atnaker) dan dua Staf Teknis Ketenagakerjaan untuk ditempatkan di 10 negara penempatan tenaga kerja Indonesia (TKI). Lima dari sembilan Atnaker merupakan Atnaker baru untuk ditempatkan di Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Korea Selatan, Brunei Darussalam, Qatar, Singapura, dan Jordania.

    Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kemnaker Hery Sudarmanto mengatakan penambahan Atnaker ini bertujuan memperkuat perlindungan terhadap TKI di luar negeri. "Dengan ditambahnya Atnaker ini, kewenangan negara dalam melindungi TKI semakin maksimal,” katanya usai melantik 11 Atnaker dan Staf Teknis Ketenagakerjaan untuk masa tugas 2017-2020 di Kantor Kemnaker Jakarta, Senin, 28 Agustus 2017.

    Dari sembilan Atnaker yang baru dilantik, empat di antaranya merupakan pergantian Atnaker untuk negara yang sebelumnya telah memiliki Atnaker seperti Arab Saudi, Kuwait, Malaysia, dan Uni Emirat Arab. Sedangkan untuk dua Staf Teknis Ketenagakerjaan yang baru, akan ditempatkan di Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Hongkong dan Jeddah (Arab Saudi).

    Hery mengutarakan bahwa sebelumnya perlindungan terhadap TKI di Korea Selatan, Brunei Darussalam, Qatar, Singapura dan Jordania, hanya diberikan oleh Staf Teknis Ketenagakerjaan. Hal ini menyebabkan sulitnya untuk menyelesaikan permasalahan yang timbul, karena wewenang mereka yang terbatas. "Upaya perlindungan TKI tidak bisa hanya diberikan oleh Staf Teknis Ketenagakerjaan yang tidak memiliki kewenangan diplomatik. Lain halnya dengan Atase yang memiliki kekebalan dan kewenangan diplomatik," ujarnya.

    Hery berharap para pejabat Atnaker dan Staf Teknis Ketenagakerjaan yang baru dilantik, nantinya bisa cepat beradaptasi dengan tanggung jawab barunya, agar bisa memberikan pelayanan terbaik untuk para TKI di luar negeri. "Saya berharap mereka segera mempelajari dan melaksanakan tugas dan tanggung jawab sebagai Atase dan Staf Teknis Ketenagakerjaan. Pasalnya, mereka bukan hanya wakil dari Kemnaker yang mengurusi bidang ketenagakerjaan, namun juga sebagai citra Indonesia di kancah internasional, " ucapnya.

    Selain itu, Hery juga mengingatkan para Atnaker dan Staf Teknis Ketenagakerjaan untuk meningkatkan pengetahuan. Karena, menurut dia, fungsi Atnaker dan Staf Teknis Ketenagakerjaan saat ini bukan hanya mengurusi masalah TKI. "Dulu hanya melaksanakan tugas fungsi untuk masalah TKI. Tapi, sekarang harus melakukan tugas semua bidang ketenagakerjaan, baik itu penempatan, hubungan industrial, pengawasan maupun pelatihan di luar negeri termasuk juga pemanfaatan kerjasama," kata Hery.

    Sembilan Atase Ketenagakerjaan yang baru dilantik adalah DR. H. Sa'dullah, M.Ag, Atase Ketenagakerjaan KBRI di Riyadh Saudi Arabia ; Budhi Hidayat Laksana, SH, M.hum, Atase Ketenagakerjaan KBRI di Kuala Lumpur Malaysia ; Alamsyah, SE, MM, Atase Ketenagakerjaan KBRI di Kuwait City Kuwait :

    Rosinna Simanullang, S.E., M.M, Atase Ketenagakerjaan KBRI di Seoul Korea Selatan ; Budi Wikaningtyas, B. Eng, M. Eng, Atase Ketenagakerjaan KBRI di Bandar Seri Begawan Brunei Darussalam ; Muchamad Yusuf, ST, Msi, Atase Ketenagakerjaan KBRI di Doha Qatar ; Agus Ramdhani, S.H., M.Si, Atase Ketenagakerjaan KBRI di Singapura Singapore ; Dr. Suseno Hadi, M.E.M, Atase Ketenagakerjaan KBRI di Amman Jordania ; Decky Haedar Ulum, SE., M.Kes, Atase Ketenagakerjaan KBRI di Abu Dhabi Uni Emirat Arab.

     Sementara dua Staf Teknis  Ketenagakerjaan yang baru dilantik adalah Mochamad Yusuf, SH, Staf Teknis Ketenagakerjaan KJRI di Jeddah Saudi Arabia dan Sholahudin, SE, Staf Teknis Ketenagakerjaan KJRI di Hongkong Hongkong. (*)


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tingkat Kepuasan Kinerja dan Catatan Baik Buruk 5 Tahun Jokowi

    Joko Widodo dilantik menjadi Presiden RI periode 2019 - 2024. Ada catatan penting yang perlu disimak ketika 5 tahun Jokowi memerintah bersama JK.