Jokowi Sumbang Seekor Sapi Kurban ke Kabupaten Bener Meriah

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pekerja memperlihatkan foto Presiden Joko Widodo di depan sapi yang dibeli oleh Jokowi di peternakan sapi di desa Polokarto, Sukoharjo, Jawa Tengah, 30 Agustus 2017. Presiden Jokowi membeli dua ekor sapi lokal dengan nama Kamis berat 900 kilogram dan Pon dengan berat 850 kilogram. Tempo/Bram Selo Agung

    Pekerja memperlihatkan foto Presiden Joko Widodo di depan sapi yang dibeli oleh Jokowi di peternakan sapi di desa Polokarto, Sukoharjo, Jawa Tengah, 30 Agustus 2017. Presiden Jokowi membeli dua ekor sapi lokal dengan nama Kamis berat 900 kilogram dan Pon dengan berat 850 kilogram. Tempo/Bram Selo Agung

    TEMPO.CO, Banda Aceh – Presiden  Joko Widodo  berkurban seekor sapi di Kabupatan Bener Meriah, Provinsi Aceh. Sapi presiden seberat 830 kilogram itu dibeli dari salah seorang peternak di Aceh Besar.

    Sapi  diserahkan oleh Wakil Gubenur Aceh Nova Iriansyah kepada perwakilan Pemerintah Kabupaten Bener Meriah di halaman belakang Kantor Gubernur Aceh, Rabu, 30 Agustus 2017. “Hari ini saya serahkan sapi kurban dari Presiden Joko Widodo kepada Pemerintah Kabupaten Bener Meriah,” kata Nova saat serah terima.

    Baca: Cerita Sapi Presiden Jokowi Buat Warga Korban Gempa di Yogyakarta 

    Menurut Nova sapi itu dibeli oleh staf ahli kepresidenan yang kemudian diserahkan kepada Pemerintah Aceh untuk diteruskan ke Bener Meriah. “Untuk kemudian disembelih dan dibagikan ke masyarakat di Bener Meriah pada Hari Raya Idul Adha,” tutur Nova.

    Usai  tanda tangan serah terima hewan kurban tersebut, sapi berjenis Ras Bragus itu dibawa ke Bener Meriah dengan diangkut truk ke kabupaten yang berjarak sekitar 300 kilometer dari Banda Aceh tersebut.

    Bener Meriah bak kampung kedua bagi Jokowi lantaran pernah ditinggali selama tiga tahun sejak 1986 – 1989. Saat itu Jokowi tinggal kawasan Burni Telong, Kabupaten Bener Meriah (sebelum pemekaran masih wilayah Kabupaten Aceh Tengah) bekerja di sebuah perusahaan di sana.

    ADI WARSIDI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.