BTN Genjot Kredit di Daerah

Oleh:
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • BTN Genjot Kredit di Daerah

    BTN Genjot Kredit di Daerah

    INFO NASIONAL - Untuk menjaga kinerja bisnis yang semakin positif, PT Bank Tabungan Negara Tbk atau Bank BTN akan menggenjot penyaluran kredit di daerah. Sebelumnya, BTN juga berhasil mencatatkan rekor sebagai saham tertinggi pada penutupan perdagangan saham, Selasa, 29 Agustus 2017.

    Managing Director Strategy, Compliance, and Risk Bank BTN R. Mahelan Prabantarikso mengatakan harga saham perseroan terus melaju sejalan dengan capaian kinerja bisnis yang positif. Untuk melanjutkan pergerakan positif saham itu, BTN akan terus menggenjot bisnis di daerah, apalagi potensi bisnis properti di daerah masih tinggi.

    “Tahun ini, kami optimistis kredit akan tumbuh 21-23 persen. Untuk mencapai target tersebut, kami akan memaksimalkan penyaluran kredit di daerah. Salah satu daerah yang potensial adalah Jawa Timur,” ujar Mahelan dalam Public Expose Marathon di Surabaya, Rabu, 30 Agustus 2017.

    Per akhir tahun lalu, Bank BTN tercatat sebagai pemimpin pasar KPR di Jawa Timur dengan pangsa sebesar 54 persen. Kendati demikian, kata Mahelan, perseroan akan tetap gencar menyalurkan KPR di Jatim, mengingat permintaan hunian di provinsi itu yang masih tinggi.

    Menurut dia, dari hasil riset BTN, menunjukkan permintaan akan hunian di Jawa Timur mencapai lebih dari 230.000 unit pada 2017. Namun, pasokan rumah di wilayah ini baru mencapai sekitar 7 persen dari permintaan atau lebih dari 15.000 unit rumah.

    Sedangkan, pada tahun ini, emiten bersandi saham BTN itu membidik untuk menyalurkan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) lebih dari 18.000 unit rumah atau melebihi pasokan unit rumah yang ada. “Kami tetap optimistis mencapai target, kendati posisi target berada di atas pasokan hunian yang ada. Untuk itu, tahun ini, BTN akan gencar bermitra dengan REI dan Apersi (Asosiasi Pengembangan Perumahan & Pemukiman Seluruh Indonesia) meningkatkan pasokan unit hunian bagi masyarakat di Jawa Timur,” katanya.

    Sejak 2015, pertumbuhan realisasi KPR yang dilakukan BTN di Jawa Timur terus menunjukkan pertumbuhan positif. Di segmen KPR non-subsidi, realisasi KPR non-subsidi BTN naik ke level 18,38 persen secara tahunan atau year-on-year (yoy) per akhir tahun lalu. Realisasi di segmen KPR subsidi pun, melaju lebih tinggi 69,22 persen yoy per akhir tahun lalu.

    Hingga Juni 2017, BTN telah menyalurkan KPR sekitar 7.500 unit rumah di Jawa Timur. Untuk KPR non-subsidi, BTN telah menyalurkan kredit sekitar 3.550 unit rumah atau setara Rp 1,07 triliun. Pada segmen ini, kota-kota besar, seperti Surabaya, Sidoarjo, dan Malang masih mendominasi penyaluran KPR non-subsidi terbanyak. Kemudian pada segmen KPR subsidi, BTN telah menyalurkan pinjaman kepemilikan hampir 3.950 unit rumah atau senilai Rp 414 miliar. Untuk jenis KPR ini, kota-kota berkembang, seperti Jember, Malang, juga Gresik tercatat sebagai wilayah dengan penyaluran kredit terbanyak.

    Secara keseluruhan, BTN terus mencatatkan kinerja positif sepanjang semester pertama tahun ini. Chief Credit Officer Bank BTN Nixon Napitupulu mengatakan pada semester pertama 2017, BTN telah menyalurkan kredit dan pembiayaan Rp177,4 triliun atau naik 18,81 persen secara tahunan (yoy) dari Rp149,31 triliun di periode yang sama tahun sebelumnya. Di sisi lain, pada kuartal kedua 2017, BTN telah menghimpun dana pihak ketiga senilai Rp 159,12 triliun atau naik 18,26 persen yoy dari Rp 134,55 triliun.

    Nixon menuturkan kinerja penyaluran kredit dan penghimpunan simpanan tersebut turut menyumbang peningkatan laba bersih BTN. Per Juni 2017, laba bersih bank yang berfokus di sektor perumahan ini melaju sesuai target di level 21,95 persen yoy menjadi Rp 1,27 triliun atau naik Rp 1,04 triliun di bulan yang sama tahun lalu. Catatan pertumbuhan kredit juga mengerek naik posisi aset BTN menjadi Rp 224,06 triliun pada Juni 2017 atau tumbuh 18,23 persen yoy dari Rp 189,51 triliun. (*) 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.