MK Hari Ini Gelar Sidang Uji Materi Perpu Ormas, Berapa Perkara?  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah pengunjukrasa yang tergabung dalam Forum Umat Islam Bersatu berunjuk rasa di gedung DPRD Sulsel di Makassar, Sulawesi Selatan, 21 Juli 2017. Mereka menolak Perpu Ormas karena dianggap sebagai bentuk pembatasan kebebasan masyarakat. ANTARA FOTO

    Sejumlah pengunjukrasa yang tergabung dalam Forum Umat Islam Bersatu berunjuk rasa di gedung DPRD Sulsel di Makassar, Sulawesi Selatan, 21 Juli 2017. Mereka menolak Perpu Ormas karena dianggap sebagai bentuk pembatasan kebebasan masyarakat. ANTARA FOTO

    TEMPO.COJakarta - Mahkamah Konstitusi menggelar sidang lanjutan uji materi Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2017 tentang Organisasi Kemasyarakatan (Perpu Ormas). 

    Ada tujuh perkara dalam sidang uji materi Perpu Ormas itu dengan agenda mendengarkan keterangan pemerintah dan pihak terkait. Dari pemerintah diwakili Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo. Sedangkan pihak terkait diwakili Forum Advokat Pengawal Pancasila (FAPP).
    Baca: Perpu Ormas Akan Segera Dibahas di DPR

    Koordinator Forum Advokat Pengawal Pancasila, I Wayan Sudirta, mengatakan keluarnya Perpu Ormas sudah sesuai dengan mekanisme perundang-undangan. 

    Karena itu, ia optimistis Perpu tidak akan dibatalkan Mahkamah Konstitusi. "Kewenangannya jelas. Itu memang kewenangan Presiden," ucap Sudirta di Jakarta, Rabu, 30 Agustus 2017.

    Ia juga membantah sejumlah kalangan yang menilai Perpu tidak demokratis. 
    Simak juga: Soal Perpu Ormas, Jokowi: Wajah Begini Kok Dibilang Diktator?

    Menurut Sudirta, dengan adanya uji materi Perpu ke Mahkamah Konstitusi menunjukkan adanya unsur demokrasi. "Kalau ada ormas dibubarkan, mereka boleh menyatakan keberatan di PTUN," ucapnya.

    Sementara itu, juru bicara Hizbut Tahrir Indonesia (HTI), Ismail Yusanto, menilai hadirnya Perpu Ormas telah mengesampingkan aspek keadilan. Hal itu bisa dilihat dari tidak adanya mekanisme pengadilan saat membubarkan HTI. "Perpu menegasikan pengadilan," katanya.

    ADITYA BUDIMAN


  • MK
  •  

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kapal Selam 44 Tahun KRI Nanggala 402 Hilang, Negara Tetangga Ikut Mencari

    Kapal selam buatan 1977, KRI Nanggala 402, hilang kontak pada pertengahan April 2021. Tiga jam setelah Nanggala menyelam, ditemukan tumpahan minyak.