MPR Berzikir Meminta Kekuatan untuk Menjaga Persatuan

Oleh:
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Zulkifli mengimbau agar semua anak bangsa dan elemen bangsa saat ini untuk tidak lagi mempersoalkan sesuatu yang sudah selesai 72 tahun silam.

    Zulkifli mengimbau agar semua anak bangsa dan elemen bangsa saat ini untuk tidak lagi mempersoalkan sesuatu yang sudah selesai 72 tahun silam.

    INFO MPR - Memperingati ulang tahun ke-72, Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) menggelar acara MPR Berzikir bersama Majelis Nurul Musthofa Al Habib Abdullah bin Ja'far Assegaf di Gedung Nusantara IV, Senayan, Jakarta, Selasa malam, 29 Agustus 2017.

    "Melalui MPR Berzikir, kami mohon didoakan kiai, ulama, dan habib. Semoga MPR semakin dipercaya rakyat," kata Ketua MPR Zulkifli Hasan di hadapan ribuan jemaah.

    Selain sebagai tanda syukur, MPR Berzikir bertujuan memohon pertolongan Allah SWT agar bangsa Indonesia diberi kekuatan untuk terus menjaga persatuan. Zulkifli mengingatkan jemaah agar selalu mengingat dan menghormati perjuangan para pendiri bangsa Indonesia terdahulu. “Kita semua bisa berdiri di sini, bisa menikmati alam kemerdekaan Indonesia sampai hari ini, karena rahmat Allah SWT serta berkat perjuangan pendiri bangsa yang telah meletakkan dasar-dasar yang kokoh," ucapnya.

    Maka Zulkifli mengimbau agar semua anak bangsa dan elemen bangsa saat ini untuk tidak lagi mempersoalkan sesuatu yang sudah selesai 72 tahun silam. “Sudah saatnya kita semua elemen bangsa sungguh-sungguh menjadikan nilai-nilai luhur keindonesiaan kita agar menjadi perilaku kita sehari-hari. Sekali lagi, harus diingat bahwa Pancasila adalah alat pemersatu, bukan pemecah belah,” ujarnya.

    Zikir bersama ini juga dihadiri Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid dan Mahyudin, Wakil Ketua Dewan Perwakilan Daerah Nono Sampono, Pimpinan Badan Pengkajian MPR TB Soenmandjaja, Pimpinan Lembaga Pengkajian MPR Jafar Hafsah, dan perwakilan organisasi masyarakat Islam, seperti Majelis Ulama Indoensia, Nahdlatul Ulama, Muhammadiyah, Persatuan Islam, Ikatan Dai Indonesia, PP Muslimat NU, PP Aisyiyah, serta 3.000 lebih jemaah Majelis Nurul Musthofa. (*)


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.