Wali Kota Tegal Ditangkap KPK, Begini Tanggapan Wakilnya  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wali Kota Tegal Siti Masitha dikawal petugas seusai menjalani pemeriksaan yang pertama kalinya setelah ditahan di gedung KPK, Jakarta, 4 September 2017. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    Wali Kota Tegal Siti Masitha dikawal petugas seusai menjalani pemeriksaan yang pertama kalinya setelah ditahan di gedung KPK, Jakarta, 4 September 2017. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    TEMPO.CO, Tegal - Wakil Wali Kota Tegal Nur Soleh mengaku prihatin dengan ditangkapnya Wali Kota Tegal Siti Mashita Soeparno oleh Komisi Pemberantasan Korupsi dalam operasi tangkap tangan. Siti Mashita ditangkap pada Selasa petang, 29 Agustus 2017.

    "Intinya saya sebagai wakil prihatin," kata Nur kepada Tempo, Selasa malam, 29 Agustus 2017.

    Baca juga: Detik-detik Penangkapan Wali Kota Tegal Siti Mashita Versi Saksi

    Nur menolak memberikan komentar banyak soal penangkapan Siti Mashita. Saat dihubngi, Nur sedang berada di Semarang mengikuti acara bersama Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. "Sesuai arahan Pak Gubernur, saya tidak ingin berkomentar dulu," ujarnya.

    Menurut Nur Soleh, Ganjar akan ke Tegal pada Kamis, 31 Agustus 2017, untuk memberikan arahan kepada para pejabat di lingkungan Pemerintah Kota Tegal. "Hari Kamis besok Pak Gubernur datang ke Kota Tegal," ujar dia.

    Ihwal penangkapan itu, Nur Soleh mengaku tidak tahu menahu. Sebagai wakil wali kota, selama ini dia tidak mengetahui apa yang dilakukan oleh wali kota. "Saya tidak tahu aktivitas wali kota," kata dia.

    Sebagaimana diketahui, hubungan antara wali kota dan wakilnya selama ini memang renggang. Dari pertama kali menjabat, keduanya kerap berselisih.

    Wali Kota Tegal Siti Mashita ditangkap KPK Selasa petang, 29 Agustus 2017. Selain menangkap Siti, KPK juga menyegel ruangannya.

    MUHAMMAD IRSYAM FAIZ



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.