Sabtu, 26 Mei 2018

Andrinof Minta Maaf Belum Bisa Jadi Duta Besar untuk Spanyol

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/ Kepala Bappenas, Andrinof Chaniago (kiri) dan Menteri Luar Negeri Retno L.P. Marsudi (tengah) melihat miniatur pesawat dalam pameran Kerja Sama Selatan-Selatan dan Triangular (KSST) sebagai bagian dari rangkaian acara Konferensi Asia Afrika (KAA) 2015 di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta, 19 April 2015. Tempo/Aditia Noviansyah

    Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/ Kepala Bappenas, Andrinof Chaniago (kiri) dan Menteri Luar Negeri Retno L.P. Marsudi (tengah) melihat miniatur pesawat dalam pameran Kerja Sama Selatan-Selatan dan Triangular (KSST) sebagai bagian dari rangkaian acara Konferensi Asia Afrika (KAA) 2015 di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta, 19 April 2015. Tempo/Aditia Noviansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Mantan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Andrinof Chaniago  dikabarkan mendapat rekomendasi menjadi Duta Besar Indonesia untuk Spanyol di Madrid. Kabar itu muncul dari beredarnya daftar nama sejumlah tokoh yang direkomendasikan menjadi duta besar.

    Andrinof mengaku mendapat ucapan selamat dari kawan-kawannya. Dia tidak tahu apakah daftar nama itu benar atau tidak.

    "Saya enggak tahu juga kabar yang beredar itu asli atau enggak. Yang jelas, kalau saya dipanggil Bu Menlu Retno (Marsudi), saya akan minta maaf dan mohon tidak dicalonkan dulu. Saya mau konsentrasi berkarya di dalam negeri dulu," katanya saat dikonfirmasi Tempo, Selasa, 29 Agustus 2017.

    BACA: Andrinof Chaniago Jadi Komisaris Utama Angkasa

    Menurut Andrinof, dia baru saja ditunjuk sebagai Komisaris Utama Bank Rakyat Indonesia. "Tidak baik terlalu cepat saya tinggal. Saya juga sedang ada kegiatan pembinaan kawasan wisata yang masih berjalan," ujarnya.

    Pria kelahiran Padang, 3 November 1962 ini, menjabat Menteri PPN/Kepala Bappenas pada masa awal pemerintahan Presiden Joko Widodo. Ia menjabat selama 10 bulan sebelum di-reshuffle dan digantikan Sofyan Djalil.

    Jika benar ditunjuk menjadi Duta Besar Indonesia untuk Spanyol, Andrinof akan menggantikan posisi Yuli Mumpuni Widarso.

    BACA: Andrinof Chaniago: Sulit Memindahkan Ibu Kota

    Setelah reshuffle kabinet, Andrinof mengaku sempat diundang Menteri Luar Negeri Retno Marsudi dan Menteri Sekretaris Negara Pratikno. "Saya memang pernah menyampaikan ke Bu Menlu dan Pak Mensesneg, kalau saya ditugaskan ke luar negeri, saya ingin ditempatkan di Spanyol," ucapnya.

    Selain nama Andrinof Chaniago , sejumlah tokoh masuk di daftar rekomendasi Duta Besar Indonesia, antara lain advokat Todung Mulya Lubis, yang direkomendasikan menggantikan Yuwono Agus Putranto di Oslo, Norwegia. Selain itu, mantan Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan Muliaman D. Hadad, yang dikabarkan akan ke Bern, Swiss, menggantikan Linggawaty Hakim.

    EGI ADYATAMA


     

     

    Lihat Juga


    Selengkapnya
    Grafis

    Merapi Kembali Menunjukkan Tanda-Tanda Letusan Magmatis Pada 2018

    Merapi merupakan salah satu gunung paling aktif di Indonesia, ini rekaman sejarah erupsi Merapi menurut Kementerian Energi dan Sumberdaya Mineral.