Senin, 28 Mei 2018

Pembangunan Bandara Kertajati Terus Dikebut

Oleh:
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemerintah menargetkan pembangunan Bandara Kertajati di Majalengka selesai pada kuartal satu 2018.

    Pemerintah menargetkan pembangunan Bandara Kertajati di Majalengka selesai pada kuartal satu 2018.

    INFO JABAR - Pembangunan Bandara Kertajati di Majalengka, Jawa Barat terus dikebut. Pemerintah menargetkan bandara yang akan memecah penumpukan penumpang di Bandara Husein Sastranegara, Bandung ini selesai pada kuartal satu 2018.

    "Alhamdulillah, sisi udara sudah memulai pekerjaan untuk pembuatan RESA (runway end safety area). Selain itu, sisi udara juga sudah memulai kegiatan penyambungan cross taxiway dan apron sehingga tersambung," kata Direktur Utama PT PT Bandar Udara Internasional Jawa Barat (BIJB) Virda Dimas Ekaputra kepada tim Humas Jabar,  Minggu, 27 Agustus 2017.

    Menurut dia, saat ini pihak Airnav juga sudah mulai memasang fasad di towernya. Menara navigasi ini dipastikan menarik karena fasad yang dibangun akan berbentuk kujang, senjata asli Sunda. "Main power house juga sudah dipasang 6 genset berkapasitas 12 megawatt,"  kata Virda.

    Saat ini, lanjut Virda, tengah berlangsung pembangunan jalan kawasan sisi udara. Sementara, untuk sisi darat  terminal utama sudah ditembok, bahkan sudah di plester. "Lantai dasar sudah mulai dikeramik. Pemasangan plafond sudah dimulai," ujarnya.

    Satu persatu kelengkapan di dalam terminal pun diselesaikan. Antara lain fasilitas toilet yang sudah selesai dibangun dan dilengkapi fasilitas untuk penyandang difabel dan nursery room. "Kabel AC juga sudah dipasang," katanya.

    Selain itu, penyelesaian lain yang tengah dikerjakan antara lain pemasangan rangka baja untuk boarding lounge dan terminal utama. "Semoga pembangunan berjalan dengan lancar dan sukses," ujar Dimas. (*)


     

     

    Lihat Juga


    Selengkapnya
    Grafis

    Dua Pendaki Mahasiswi Univesitas Parahyangan Gapai Seven Summits

    Pada 17 Mei 2018, dua mahasiswi Universitas Parahyangan, Bandung, Fransiska Dimitri Inkiriwang dan Mathilda Dwi Lestari, menyelesaikan Seven Summits.