Penjelasan Bupati Tasik Soal Kabar Warganya Makan Kulit Singkong  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Unesih, warga di Kampung Pasir Pari, Ciawi, Kabupaten Tasikmalaya, menggoreng kulit singkong untuk lauk karena tak mampu membeli bahan makanan yang lebih pantas, Kamis, 24 Agustus 2017. (Tempo/Candra Nugraha)

    Unesih, warga di Kampung Pasir Pari, Ciawi, Kabupaten Tasikmalaya, menggoreng kulit singkong untuk lauk karena tak mampu membeli bahan makanan yang lebih pantas, Kamis, 24 Agustus 2017. (Tempo/Candra Nugraha)

    TEMPO.CO, Tasikmalaya - Bupati Tasikmalaya Uu Ruzhanul Ulum membantah ada warganya yang mengkonsumsi kulit singkong karena sangat miskin dan tidak punya beras untuk makan. Senin siang, 28 Agustus 2017, ia datang langsung ke lokasi untuk mengecek berita yang beredar tersebut.

    "Saya lihat, dengar, dan baca di media tentang adanya masyarakat yang katanya tidak punya beras sehingga makan kulit singkong. Saya cek ke sana, berita itu tidak benar," kata Uu.

    Baca: Kemiskinan di Tasikmalaya, Keluarga Ini Makan Kulit Singkong

    Sebelumnya diberitakan ada warga Pasir Pari, Desa Pasir Huni, Kecamatan Ciawi, Tasikmalaya, yang memakan kulit singkong sebagai lauk pendamping nasi. Mereka tidak memiliki cukup uang untuk membeli lauk-pauk. Uu menjelaskan, warga tetap makan nasi karena mendapat jatah beras miskin atau raskin. Pemerintah daerah juga telah memberi bantuan layak kepada masyarakat di daerah lain. Seandainya ada warganya yang tidak sanggup membeli nasi, Uu memohon maaf kepada masyarakat karena belum mampu menyentuh beberapa lapisan masyarakat.

    "Namun kenyataannya tidak ada. Berita itu kami cek. Dari pengakuan masyarakat dan lainnya, itu tidak terjadi. Saya tanya masyarakat, biasa-biasa saja, mereka makan nasi," ucapnya.

    Pada kunjungan ke Kampung Pasir Pari, Uu memberikan sejumlah bantuan untuk pembangunan rumah serta fasilitas mandi, cuci, dan kakus. Bantuan ini diberikan karena di sana banyak rumah warga yang mengalami kerusakan dan harus segera direnovasi. Selain itu, warga juga tidak memiliki kamar mandi di rumahnya. Di satu RT, hanya ada satu WC umum yang dipakai 33 kepala keluarga.

    Baca juga: Sri Mulyani: Anggaran 292 Triliun untuk Atasi Kemiskinan

    "Sebab, diakui di sana kurang sarana air. Karena itu, kami datang ke sana membantu program sanitasi. Kami akan membuat jamban serta talang air dari gunung ke rumah warga," tuturnya.

    Salah seorang warga, Asep, mengatakan Bupati Tasikmalaya datang ke kampungnya, yang diberitakan sebagian warganya miskin. Namun kunjungan itu hanya sebentar. "Ada, tadi memberi bantuan," katanya.

    Dia dan warga kampung berharap pemerintah bisa memberi bantuan dana rehab rumah. Selain itu, membangun jamban di kampungnya. "Tolong bantu kami," ucapnya.

    CANDRA NUGRAHA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.