Polisi Buka Crisis Center untuk Korban First Travel di Bandung

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Korban First Travel terus mendatangi posko pengaduan Bareskrim, gedung Kementrian Kelautan, 21 Agustus 2017. TEMPO/M. Julnis F

    Korban First Travel terus mendatangi posko pengaduan Bareskrim, gedung Kementrian Kelautan, 21 Agustus 2017. TEMPO/M. Julnis F

    TEMPO.CO, Bandung - Kepolisian Resor Kota Besar Bandung membuka layanan crisis center untuk menampung keluhan para korban dugaan penipuan First Travel di Bandung. Tercatat, ada sekitar 632 orang yang telah mendaftar ke biro perjalanan umrah dan haji First Travel cabang Bandung.

    Kepala Satuan Reserse Kriminal Polrestabes Bandung Ajun Komisaris Besar Polisi M. Yoris mengatakan sudah menerima laporan dari sejumlah korban dugaan penipuan First Travel. "Kami akan berkoordinasi dengan Mabes Polri dan membuka posko juga crisis center untuk memudahkan komunikasi antara korban dan penyidik," ujarnya kepada wartawan di kantornya, Senin, 28 Agustus 2017.

    Yoris mengatakan sebagian calon jemaah yang belum diberangkatkan First Travel meminta uang mereka kembali. Selain itu, calon jemaah menuntut agar paspor mereka, yang berada di tangan First Travel, dikembalikan.

    Baca: Bos First Travel Ditanya, Mas Gimana Rasanya Makan Uang Jemaah?

    "Rata-rata mereka telah membayar Rp 14-20 juta per orang," katanya.

    Polrestabes Bandung akan segera berkoordinasi dengan Mabes Polri untuk melakukan penyelidikan. Tak menutup kemungkinan, korban dugaan penipuan First Travel lebih banyak dari jumlah yang terdata.

    "Kita baru memanggil pengurus First Travel Bandung. Petunjuk selanjutnya akan berkoordinasi dengan Mabes Polri," ujarnya.

    Senin pagi, 28 Agustus 2017, puluhan korban dugaan penipuan First Travel di Bandung mendatangi markas Polrestabes Bandung. Mereka berbondong-bondong melakukan pelaporan dan berkoordinasi dengan polisi.

    Baca: Terus Bertambah, Sebanyak Inilah Utang First Travel

    Salah satu perwakilan korban, Adrian Darmaji, menyebutkan ada sekitar 132 calon jemaah yang siap menuntut First Travel. Sejumlah jemaah itu, dia menambahkan, mewakili 632 jemaah yang telah terdata di kantor First Travel cabang Bandung.

    "Kita dibantu pihak kepolisian untuk membuka crisis center. (Kami) mengundang bapak dan ibu yang berdomisili di Bandung untuk melapor di crisis center," ucapnya.

    Ia berujar, dari hasil penghitungan sementara, total uang yang masuk ke First Travel Bandung dari 132 jemaah mencapai Rp 1,3 miliar. "Mereka merasa tertipu," tuturnya.

    IQBAL T. LAZUARDI S.




     

     

    Lihat Juga