Mendagri Minta Kasus Saracen Diusut: Agar Tak Ada Isu Sara

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo usai rapat koordinasi terbatas di Kantor Kemenkopolhukam, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, 6 Februari 2017. TEMPO/Yohanes Paskalis

    Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo usai rapat koordinasi terbatas di Kantor Kemenkopolhukam, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, 6 Februari 2017. TEMPO/Yohanes Paskalis

    TEMPO.CO, SURAKARTA--Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo mengapresiasi upaya kepolisian dalam mengungkap keberadaan sindikat penyedia jasa konten kebencian Saracen,. Dia berharap pengungkapan itu bisa berdampak baik untuk pelaksanaan pemilihan kepada daerah serentak tahun depan.

    Menurutnya, saat ini geliat pilkada serentak di berbagai daerah sudah mulai terlihat. Dia berharap para bakal calon yang akan bertarung bisa saling mengadu konsep. "Jangan justru adu isu SARA," katanya saat ditemui di Surakarta, Jum'at 25 Agustus 2017.

    BACA: Saracen Punya 800 Ribu Akun Media Sosial, Berikut ...

    Tjahjo menyatakan apresiasinya kepada polisi yang berhasil menangkap jaringan penyebar kebencian Saracen. Menurutnya, kelompok tersebut berpotensi menganggu penyelenggaraan pilkada serentak.

    "Jaringan ini harus diusut hingga tuntas," katanya. Tjahjo berharap polisi bisa menemukan aktor di balik kelompok Saracen, motif hingga pengguna jasanya. Dia mengatakan bahwa perangkat hukum untuk menindak penebar kebencian sudah cukup lengkap.

    BACA: Siapa Saja Pemesan Konten Hoax ke Saracen?


    Meski demikian, dia menegaskan upaya itu bukan berarti pemerintah tidak siap untuk menerima kritik. "Pemerintah siap untuk dikritik, asal jangan fitnah," katanya.

    Seperti diberitakan, polisi telah menangkap tiga orang terkait kelompok Saracen,. Mereka adalah dua orang laki-laki, Jasriadi, 32 tahun, Muhammad Faizal Tanong (43), dan satu orang perempuan, Sri Rahayu Ningsih (32). Ketiganya ditangkap di lokasi dan waktu yang berbeda-beda.

    Faizal ditangkap di Koja, Jakarta Utara, pada 21 Juli 2017. Jasriadi ditangkap di Pekanbaru, Riau, pada 7 Agustus 2017. Terakhir, Sri ditangkap di Cianjur, Jawa Barat, pada 5 Agustus 2017. Kelompok itu diduga memiliki 800 ribu akun, yang digunakan untuk menyebar konten kebencian.

    AHMAD RAFIQ


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tingkat Kepuasan Kinerja dan Catatan Baik Buruk 5 Tahun Jokowi

    Joko Widodo dilantik menjadi Presiden RI periode 2019 - 2024. Ada catatan penting yang perlu disimak ketika 5 tahun Jokowi memerintah bersama JK.