Golkar Berambisi Rebut Seperlima Kader Perempuan di Parlemen 2025

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bendera dan Atribut Partai menghiasi lokasi berlangsungnya Musyawarah Nasional IX Partai Golkar di Hotel Mercure, Ancol, Jakarta, 6 Desember 2014. Munas tandingan yang dilaksanakan oleh Presidium Penyelamat Partai Golkar ini rencananya akan dihadiri oleh 240 DPD provinsi dan kabupaten/kota. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    Bendera dan Atribut Partai menghiasi lokasi berlangsungnya Musyawarah Nasional IX Partai Golkar di Hotel Mercure, Ancol, Jakarta, 6 Desember 2014. Munas tandingan yang dilaksanakan oleh Presidium Penyelamat Partai Golkar ini rencananya akan dihadiri oleh 240 DPD provinsi dan kabupaten/kota. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    TEMPO.CO, Jakarta - Partai Golkar menargetkan proporsi kader perempuan parlemen nasional dari partai tersebut, bisa mencapai seperlima atau 20 persen di tahun 2025.

    Target proporsi kader perempuan tersebut dikejar Partai Golkar untuk mewujudkan keterwakilan perempuan sebanyak 30 persen sesuai rencana Sustainable Development Goals (SDGs) 2030.

    Baca : Nurdin Halid Kena Kampanye Negatif Menjelang Pilgub Sulsel 2018

    "Pada tahun 2014, presentase kader perempuan baru mencapai 18,6 persen, untuk itu Partai Golkar menargetkan di tahun 2025 bisa mencapai mencapai 20 hingga 22 persen," kata Ketua Bidang Media dan Penggalangan Opini DPP Partai Golkar Nurul Arifin dalam rilis acara Workshop Nasional Perempuan Legislatif, Eksekutif dan Kader Golkar di Jakarta, Jumat, 25 Agustus 2017.

    Sementara untuk tahun 2025 hingga 2035, ungkap Nurul, proporsi kader perempuan di targetkan bisa mencapai 25 hingga 27 persen. "Barulah pada tahun 2035 hingga 2045, keterwakilan perempuan bisa menembus angka 28 hingga 30 persen," kata Nurul.

    Nurul menambahkan bahwa untuk mencapai target tersebut, Partai Golkar melalui Kesatuan Perempuan Partai Golkar akan melakukan sejumlah upaya strategis.

    "Kita adakan workshop nasional untuk meningkatan kapasitas perempuan kader Golkar. Workshop ini, ungkap Nurul, melibatkan sejumlah instansi pemerintahan untuk memperkuat wawasan dari seluruh kader perempuan Golkar.

    Simak pula : Ketua Gerakan Golkar Bersih : Tak Benar Para Tokoh Pendukung Pergi

    SDGs (Sustainable Development Goals) 2030 sendiri merupakan kesepakatan negara-negara di dunia terhadap pembangunan baru di bidang pembangunan sosial, ekonomi, dan lingkungan. SDGs merupakan lanjutan dari MDGs (Millenium Development Goals) yang berakhir pada tahun 2015.

    Sayap Partai Golkar, Kesatuan Perempuan Partai Golkar mengadakan Workshop Nasional Perempuan Legislatif, Eksekutif dan Kader Golkar di Jakarta, Jumat hingga Ahad, 25 sampai 27 Agustus 2017. Ketua Umum Partai Golkar, Setya Novanto ikut hadir dalam rangkaian acara workshop pada Jumat malam.

    FAJAR PEBRIANTO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Palapa Ring Akan Rampung Setelah 14 Tahun

    Dicetuskan pada 2005, pembangunan serat optik Palapa Ring baru dimulai pada 2016.