Jusuf Kalla Pun Kena Serangan Hoax, Polisi Diminta Tegas...

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Presiden Jusuf Kalla menjawab pertanyaan wartawan di Kantor Wares, Jalan Medan Merdeka Utara, 26 Mei 2017. Tempo/Amirullah Suhada

    Wakil Presiden Jusuf Kalla menjawab pertanyaan wartawan di Kantor Wares, Jalan Medan Merdeka Utara, 26 Mei 2017. Tempo/Amirullah Suhada

    TEMPO.CO, Jakarta - Untuk kesekian kalinya Wakil Presiden Jusuf Kalla  menjadi korban hoax. Kali ini dia disebut sakit parah. Menurut Kalla para penyebar hoax perlu ditindak bila  keterlaluan.

    "Perang itu bisa terjadi karena hoax. Konflik Saudi dan Qatar kan juga dipicu hoax. Bayangkan bahayanya jika hoax dibiarkan," ujar pria yang arab dipanggil JK tersebut di Kantor Wakil Presiden, Jumat, 25 Agustus 2017.

    Baca: Jadi Korban Hoax, JK Minta Masyarakat Teliti Membaca Berita

    Sebelumnya, JK pernah diserang hoax bahwa dia melarang publik mengirim bunga ke mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. Hal itu menyusul ramainya pengiriman karangan bunga ke Balai Kota sebagai bentuk dukungan kepada Ahok yang menjadi terpidana perkara penistaan agama.

    Kemarin, JK menjadi korban hoax lagi karena dikabarkan sakit parah sehingga perlu dilarikan ke rumah sakit. Awalnya, hoax tersebut beredar di kalangan wartawan  dalam bentuk pesan elektronik dan gambar. Namun, belakangan, menjadi viral sampai JK harus membantahnya langsung.

    Simak: Jusuf Kalla Resmikan Jawarah untuk Tangkal Hoax

    Di saat bersamaan, tengah ramai pengungkapan grup penyebar pesan kebencian Saracen oleh polisi. Grup tersebut menjadikan pesan kebencian, fitnah, maupun hoax sebagai bisnis utama mereka.

    JK mengatakan, tindakan hukum kepada penyebar hoax yang berlebihan perlu dilakukan untuk memberikan efek jera. Di sisi lain, untuk mengurangi kabar hoax di Indonesia.

    Saat ditanyai apakah penyebar kabar ia sakit juga perlu ditindak, Kalla mengatakan bahwa dampak dari kabar tersebut terlalu kecil. Ia hanya merasa tidak nyaman saja."Kalau masalah lain seperti hoax Presiden atau Wakil Presiden mengatakan sesuatu (yang tidak benar), baru itu diusut," ujar JK.

    ISTMAN MP


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.