Pegawai BRI Brebes Tewas Bersimbah Darah, Diduga Bunuh Diri

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi tewas/meninggal/mayat. Shutterstock

    Ilustrasi tewas/meninggal/mayat. Shutterstock

    TEMPO.CO, Brebes  - Beni Damar Hadi, 33 tahun, seorang warga Jalan Kota Baru, Brebes ditemukan tewas  terkapar di rumahnya, Jumat pagi, 25 Agustus 2017. Tubuh karyawan Bank Rakyat Indonesia (BRI) Cabang Brebes tersebut bersimbah darah dan ada bekas luka sayat di lehernya.

    Jenazah Beni  ditemukan meninggal oleh istrinya, Ikvatun, 34 tahun, seusai salat subuh sekitar pukul 05.15 WIB. Saat itu, Ikvatun mencari suaminya yang sejak bangun tidur tidak diketahui keberadaannya. Setelah mencari ke lantai dua, tiba-tiba dia melihat tubuh suaminya dalam posisi terkapar dan bersimbah darah.

    Baca: Psikiater: Pelaku Bunuh Diri Kadang Sudah Memberikan Tanda-tanda

    Ikvatun langsung menjerit dan menangis kencang. Suara tangisan itu didengar oleh tetangga. Bambang, 49 tahun, warga setempat langsung mengecek ke rumah yang berada di RT 007/RW 009 jalan raya Kota Baru itu.  “Saya dengar ada teriakan,” kata dia.

    Setelah mengecek dan melihat kondisi korban, Bambang langsung melaporkan kejadian ini ke polisi. Beberapa saat kemudian petugas dari kepolisian datang dan langsung melakukan olah tempat kejadian perkara. Jenazah juga dibawa ke RSUD Brebes untuk pemeriksaan lebih lanjut.

    Simak: Kenali Gejala Bunuh Diri dari Posting-an di Media Sosialnya

    Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Brebes Ajun Komisaris Arwansa mengungkapkan berdasarkan hasil penyelidikan sementara, korban diduga tewas karena bunuh diri. Sebab, polisi tidak menemukan bekas luka pukulan maupun benda tumpul di tubuhnya.

    Selain itu, tidak ada tanda-tanda orang masuk rumah korban karena baik pintu maupun jendela tidak mengalami kerusakan. “Saat malam harinya sebelum tidur juga masih sempat ngobrol-ngobrol sama istrinya,” kata Arwansa.

    Lihat: 3 Faktor Penyebab Bunuh Diri, Tandanya Bisa Dilacak

    Meski polisi sudah menduga korba bunuh diri, hingga saat ini belum diketahui apa motifnya. Polisi masih melakukan penyelidikan dengan memengumpulkan bukti dan saksi-saksi. “Untuk sementara barang bukti yang kami temukan baru cutter (pisau kecil), pisau itu diduga digunakan korban untuk menyayat urat nadi di lehernya,” katanya.

    MUHAMMAD IRSYAM FAIZ


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.