Keris dan Tombak Tonny Budiono, Dirjen yang Kena OTT Ikut Disita

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Rumah Dirjen Hubungan Laut Tonny Budiono di jalan Pisok XX Blok EB 16 nomor 7 Bintaro Jaya sektor 5 tampak sepi, 24 Agustus 2017. Tempo/Muhammad Kurnianto

    Rumah Dirjen Hubungan Laut Tonny Budiono di jalan Pisok XX Blok EB 16 nomor 7 Bintaro Jaya sektor 5 tampak sepi, 24 Agustus 2017. Tempo/Muhammad Kurnianto

    TEMPO.CO, Jakarta - Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengeledah rumah Antonius Tonny Budiono, Direktur Jenderal Perhubungan Laut yang kini menjadi tersangka setelah Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang dilakukan KPK. Menurut kesaksian tetangga, KPK menggeledah rumah Tonny hampir empat jam lamanya dan menyita sejumlah barang, termasuk  keris hingga tombak.

    "Orang dari KPK sudah datang sejak subuh, mereka ikut salat bareng, baru kemudian dilakukan penggeledahan dilakukan hingga pukul 9 pagi," kata Suroto, 68 tahun, Ketua RT 004 yang juga tetangga dari Tonny di Mess Perwira Bahtera Suaka, RT 004 RW 01, Gunung Sahari, Jakarta Pusat, Jumat 25 Agustus 2017.

    BACA: Daftar Duit Jumbo Sitaan KPK Selain OTT di Kemenhub

    Suroto menjelaskan bahwa dalam penggeledahan subuh tadi, ada sekitar delapan orang dari KPK. "Empat laki-laki dan empat perempuan, lalu dua orang polisi, saya dan Pak Basuki (Ketua RW 01), ikut menyaksikan penggeledahan," ujarnya.

    Sementara Basuki, Ketua RW 01 menjelaskan bahwa sebelum subuh, penyidik dari KPK terlebih dahulu mendatangi rumahnya. Kantor Kelurahan yang mengarahkan mereka ke rumahnya, dan Basuki lalu mengantarkan ke rumah Suroto. "Orang dari KPK bawa dua mobil innova hitam kalau gak salah," ujarnya.

    Operasi Tangkap Tangan terhadap Direktur Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan Tonny Budiono dilakukan Rabu malam, 23 Agustus 2017. Tonny lalu menjalani pemeriksaan hingga Kamis sore, 24 Agustus 2017.

    BACA: OTT di Kemenhub, Menteri Budi: Saya Mohon Maaf

    Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan mengatakan penyidik mulai bergerak pada Rabu malam menuju tempat tinggal Tonny. Pada pukul 21.45, penyidik menangkap Tonny di tempat tinggalnya di Mess Perwira Dirjen Hubla di Jalan Gunung Sahari, Jakarta Pusat.

    Basuki menambahkan bahwa dalam penggeledahan subuh tadi, KPK membawa sejumlah barang milik Tonny, Dirjen yang ditahan KPK setelah OTT. "Ada surat surat yg dibawa, satu kardus, ada juga barang berharga lainnya, batu akik, banyak itu, berwarna emas, jam tangan, buku tabungan BCA, keris, sampai tombak juga ada tadi," ujarnya.

    Selesai melakukan penggeledahan, ungkap Basuki, KPK melepaskan segel KPK yang sebelumnya dipasang di kamar Tonny. "Cuma dikunci saja, kunci dibawa orang KPK, lalu pergi," ucapnya.

    FAJAR PEBRIANTO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Uji Praktik SIM dengan Sistem Elekronik atau e-Drives

    Ditlantas Polda Metro Jaya menerapkan uji praktik SIM dengan sistem baru, yaitu electronic driving test system atau disebut juga e-Drives.