TB Hasanuddin Curigai Para Pemodal Saracen

Reporter

Kabag Mitra Ropenmas Divhumas Polri, Kombes Pol Awi Setiyono, gelar perkara penebar ujaran kebencian menghadirkan tersangka dan barang bukti, di Mabes Polri, Jakarta, 23 Agustus 2017. Kelompok Saracen, menyebar ujaran kebencian dan hoax bermuatan SARA di media sosial. TEMPO/Imam Sukamto

TEMPO.CO, Jakarta -  Aksi kejahatan siber yang dilakukan Saracen berlangsung sistemik. Wakil Ketua Komisi I DPR  TB Hasanuddin menduga ada pihak tertentu yang turut membiayai grup tersebut. Selain tujuan ekonomi, Grup Saracen, juga berpotensi memecah persatuan bangsa dan meresahkan masyarakat.

 " Pasti ada pemodal yang membiayai semua itu" kata Hasanuddin di Jakarta, Kamis 24 Agustus 2017. " Tak mungkin Saracen melakukan penyebaran ujaran kebencian tanpa biaya."

Hasanuddin meminta institusi lainnya untuk bersinergi dengan kepolisian agar kejahatan siber tersebut bisa diselesaikan secara tuntas. Ia mengajak pihak aparat dan masyarakat untuk mengusut tuntas dan mengungkap pihak yang terlibat di Grup Saracen.

BACA: Petinggi Saracen Jasriadi Disapa Bos oleh Tetangganya

Hasanuddin mengingatkan Polri sebagai institusi untuk tidak ragu dalam menangkap otak intelektual dan pendana Grup Saracen tersebut. Apalagi sanksi hukum bagi penyebar konten ujaran kebencian sudah diatur dalam Undang-undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

"Dalam UU ITE sudah secara jelas disebutkan bahwa pelaku penyebar konten ujaran kebencian bisa dipenjara hingga 6 tahun penjara. Jadi Polri jangan ragu untuk menindak tegas pelaku," ujar Purnawirawan Jendral TNI bintang dua itu.

BACA: Sindikat Konten Kebencian Saracen Ditangkap Polisi, Siapa Mereka?

Polisi berhasil menangkap tiga pengelola Saracen. Tiga pengelola tersebut yaitu MFT yang berperan membidangi media dan informasi situs Saracennews.com. Kedua, SRN (32) yang berperan sebagai koordinator grup wilayah. Ketiga, JAS (32) yang berperan sebagai ketua.

Kelompok Saracen telah muncul di dunia siber sejak November 2015. Mereka menggunakan media sosial untuk menyebarkan ujaran kebencian berkonten SARA. Ada beberapa media yang mereka gunakan di antaranya Grup Facebook Saracen News, Saracen Cyber Team, situs Saracennews.com.

Polisi mengatakan jumlah akun yang tergabung dalam jaringan Grup Saracen, ada dari 800.000 akun. Sejauh ini diketahui motif dari grup tersebut adalah mencari keuntungan ekonomi.

ALFAN HILMI






Jadi Tersangka Tragedi Kanjuruhan, Komandan Brimob Beri Perintah Tembak Gas Air Mata

2 menit lalu

Jadi Tersangka Tragedi Kanjuruhan, Komandan Brimob Beri Perintah Tembak Gas Air Mata

Tragedi Kanjuruhan terjadi selepas pertandingan Arema FC vs Persebaya terjadi pada Sabtu 1 Oktober 2022.


Hujan Deras Akibat Cuaca Ekstrem Sebabkan Banjir, BPBD DKI Imbau Masyarakat Waspada Potensi Genangan

4 menit lalu

Hujan Deras Akibat Cuaca Ekstrem Sebabkan Banjir, BPBD DKI Imbau Masyarakat Waspada Potensi Genangan

Hingga Kamis malam, tercatat 17 ruas jalan dan 41 RT di DKI Jakarta terendam banjir.


Pengguna Twitter Kini Bisa Posting Gambar, Video, dan GIF dalam Satu Tweet

8 menit lalu

Pengguna Twitter Kini Bisa Posting Gambar, Video, dan GIF dalam Satu Tweet

Sebelumnya, Twitter hanya mengizinkan pengguna untuk memasukkan hanya satu jenis format media dalam sebuah postingan


Orasi Ilmiah di Papua, Bahlil Ditanya Mahasiswa soal Investasi Tambang

9 menit lalu

Orasi Ilmiah di Papua, Bahlil Ditanya Mahasiswa soal Investasi Tambang

Bahlil mengatakan agar sebuah daerah menarik untuk investor, pemerintah setempat perlu menjaga stabilisasi ekonomi dan keamanannya.


Tembok MTsN 19 Jakarta Roboh, Kapolres: Kita Amankan TKP Dulu, Buat Status Quo

18 menit lalu

Tembok MTsN 19 Jakarta Roboh, Kapolres: Kita Amankan TKP Dulu, Buat Status Quo

Polisi melakukan pencarian korban yang diduga masih tertimbun di bawah tembok MTsN 19 Jakarta yang roboh saat hujan dan banjir.


Polri Sebut Aturan Pengamanan Sepak Bola Belum Selaras dengan Regulasi FIFA

25 menit lalu

Polri Sebut Aturan Pengamanan Sepak Bola Belum Selaras dengan Regulasi FIFA

Mabes Polri yang diwakilkan Wakil Komandan Korps Brimob menyatakan sudah ada prosedur pengamanan, tapi belum selaras dengan FIFA.


Rizky Billar Dipecat Indosiar Buntut KDRT, Ini 5 Selebritas Lain yang Dipecat Stasiun TV

31 menit lalu

Rizky Billar Dipecat Indosiar Buntut KDRT, Ini 5 Selebritas Lain yang Dipecat Stasiun TV

Pemecatan Rizky Billar tersebut disiarkan secara langsung di stasiun televisi yang membesarkan namanya itu.


3 Polisi Jadi Tersangka Tragedi Kanjuruhan

35 menit lalu

3 Polisi Jadi Tersangka Tragedi Kanjuruhan

Tragedi Kanjuruhan menyebabkan 131 orang meninggal.


Polri Akan Buat Peraturan Khusus Pengamanan Laga Sepak Bola agar Tragedi Kanjuruhan Tak Terulang

36 menit lalu

Polri Akan Buat Peraturan Khusus Pengamanan Laga Sepak Bola agar Tragedi Kanjuruhan Tak Terulang

Mengenai rencana Polri ingin membuat peraturan khusus agar Tragedi Kanjuruhan tak terulang disampaikan usai rapat koordinasi di Kemenpora hari ini.


Ragam Persiapan Menjelang WSBK 2022, Dari Sirkuit Hingga Parkir Penonton

36 menit lalu

Ragam Persiapan Menjelang WSBK 2022, Dari Sirkuit Hingga Parkir Penonton

ITDC selaku pengelola sirkuit mengatakan persiapan WSBK 2022 yang dilakukan antara lain mulai dari sirkuit, akomodasi hingga kantong parkir.