Cerita Sukses Kepala Desa Ponggok yang Diajak Selfie Sri Mulyani  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kepala Desa Ponggok, Kecamatan Polanharjo, Kabupaten Klaten, Junaidi Mulyono, berpose di depan toko Rumah Pangan Kita, salah satu unit usaha yang dikelola BUMDes Tirta Mandiri, pada Kamis, 24 Agustus 2017. (Tempo/Dinda Leo Listy)

    Kepala Desa Ponggok, Kecamatan Polanharjo, Kabupaten Klaten, Junaidi Mulyono, berpose di depan toko Rumah Pangan Kita, salah satu unit usaha yang dikelola BUMDes Tirta Mandiri, pada Kamis, 24 Agustus 2017. (Tempo/Dinda Leo Listy)

    TEMPO.CO, Klaten - Dalam acara diseminasi dan sharing session optimalisasi dana desa di Gedung Banyu Panguripan Balai Desa Ponggok, Kecamatan Polanharjo, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, Kepala Desa Ponggok Junaedi Mulyono dipuji-puji bahkan diajak selfie oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani lantaran kesuksesannya membangun desanya. Junaedi menjelaskan rahasia di balik kesuksesan Desa Ponggok.

    Junaedi mengatakan, beragam prestasi yang membuatnya dipuji Sri Mulyani terjadi berkat kemurahan Tuhan berupa sumber air yang berlimpah. "Dulu potensi alam ini belum diolah. Sekarang dimanfaatkan untuk mendongkrak pendapatan desa," kata Junaedi saat ditemui Tempo pada Kamis, 24 Agustus 2017.

    Baca juga: Penyebab Menteri Keuangan Ingin Ajak Kades Ponggok ke Eropa

    Secara bertahap, sejak 2009, Pemerintah Desa Ponggok mendirikan BUMDes Tirta Mandiri yang berfokus mengolah dan mengelola umbul atau sumber air alami itu menjadi obyek wisata selam air dangkal (snorkeling).

    Disebarkan melalui media sosial, foto dan video keindahan pemandangan di bawah air itu seketika menyedot perhatian wisatawan dari berbagai daerah. Meski sejumlah daerah mulai mengekor kesuksesan bisnis wahana snorkeling air tawar, Umbul Ponggok tetap dipadati pengunjung lantaran berbagai inovasi dan terobosan dari BUMDes Tirta Mandiri.

    Selain berkat keberhasilan dalam mengelola wisata air, pendapatan sebesar itu juga berasal dari sejumlah sektor usaha yang dikelola BUMDes Tirta Mandiri.

    Sebagai desa mandiri yang baru mulai menggeliat sejak 2009, peningkatan pendapatan Ponggok dalam kurun tiga tahun melesat hingga 50 kali lipat (dari Rp 211 juta pada 2013 menjadi Rp 10,3 miliar pada 2016).

    "Mengelola pendapatan besar itu perlu punya mimpi yang panjang. Semakin banyak mimpi, semakin besar kebutuhan anggarannya. Kalau semua mimpi sudah terlaksana, nanti larinya ke investasi," kata Junaedi.

    Selain memuji, Sri Mulyani berpesan agar Pemerintah Desa Ponggok jangan sampai kebingungan dalam mengelola pendapatan yang sedemikian besar. Karena itu, Sri mengajak Junaedi belajar ke Eropa.

    DINDA LEO LISTY


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.