Purwakarta Gelar Lomba Ngejo Tradisional Sunda

Oleh:
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Purwakarta Gelar Lomba Ngejo Tradisional Sunda

    Purwakarta Gelar Lomba Ngejo Tradisional Sunda

    INFO PURWAKARTA - Berawal dari inisiatif Bupati Purkawarta, Jawa Barat, Dedi Mulyadi, Dinas Pertanian Perhutanan dan Perkebunan Kabupaten Purwakarta menghelat lomba memasak tradisional Sunda. Lomba bertajuk "Ngejo Nganjang ka Bareto Waringkas Jaganing Geto" (Memasak dengan Cara Tradisional Sehat di Masa Depan) digelar di Bale Kahuripan Situ Wanayasa.

    Lomba memasak yang mengangkat cara tradisional tersebut dilakukan mulai proses menumbuk padi menggunakan lesung dan halu (alat tumbuk terbuat dari kayu) hingga menjadi beras. Kemudian ditanak menjadi nasi menggunakan alat memasak tungku, kayu bakar, seeng, aseupan, dan dulang. Setelah itu, disajikan dengan boboko.

    Lomba ngejo yang diselenggarakan dalam rangkaian acara peringatan Hari Ulang Tahun Kota Purwakarta ke-186 dan Kabupaten Purwakarta ke-49 tersebut diikuti aparatur sipil negara (ASN) di semua organisasi perangkat daerah (OPD). “Ini adalah lomba ngejo tradisional kali pertama dan akan dijadikan agenda lomba tahunan setiap memperingati hari jadi Kota dan Kabupaten Purwakarta,” ujar Kepala Dinas Pertanian Perhutanan dan Perkebunan Agus Rachlan.

    Menurut Agus, penilaian lomba ngejo didasarkan pada beberapa kriteria. Kriteria itu di antaranya kelengkapan peralatan menanak nasi, cara dan gaya menapis beras (napian beas), cara dan gaya mencuci beras (ngisikan), gaya ngakeul, kualitas nasi, keserasian pakaian, serta menu dan gaya menghidangkan serta kecepatan menyajikan.

    Salah seorang peserta, Ida Hamidah, mengaku senang mengikuti lomba memasak ala tradisional Sunda yang nyaris sudah dilupakan tersebut. “Jadi ingat masa kecil,” katanya. Ia mengaku nasi yang ditanak dengan peralatan tradisional tersebut memiliki aroma wangi, pulen, dan cita rasanya sangat berbeda dibandingkan dengan hasil menanak dengan perlahan modern.

    Lewat acara ini, Dedi berharap ngejo dengan peralatan tradisional tersebut bisa digalakkan kembali di kalangan masyarakat Purwakarta di perdesaan, tak terkecuali di perkotaan. "Sebab, nasi yang diproses secara tradisional memiliki kandungan gizi yang lebih baik sehingga lebih menyehatkan,” ujar Bupati yang akrab disapa Kang Dedi ini. (*)


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.