Lomba Film Dokumenter Basoeki Abdullah Kamu, Kirimkan Karya Terbaikmu

Oleh:
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Selain berasal dari Jabodetabek, lomba diikuti peserta dari Yogyakarta, Bandung dan Medan.

    Selain berasal dari Jabodetabek, lomba diikuti peserta dari Yogyakarta, Bandung dan Medan.

    INFO NASIONAL - Sebagian dari kita mengenal maestro lukis Indonesia, Basoeki Abdullah, lewat penghargaan bintang emas Poporo dari Raja Bhumibol Aduljadej (Raja Thailand) sebagai Royal Court Artist yang berjasa besar kepada pemerintah dan istana. Ada pula yang mengenal Basoeki dari prestasinya memenangi sayembara melukis dalam rangka penobatan Ratu Juliana dengan mengalahkan 87 pelukis Eropa pada 6 September 1948 di Niew Kerk, Amsterdam, Belanda.

    Lahir di Surakarta, Jawa Tengah, 27 Januari 1915, dan meninggal di Jakarta, 5 November 1993, pada usia 78 tahun, memberi kesempatan Basoeki mengalami berbagai fase kehidupan perjuangan bangsa Indonesia. Jejak karyanya telah melalui berbagai zaman dari pra-kemerdekaan sampai Orde Baru. Karya lukisnya, Sketsa Perjuangan Revolusi Indonesia, merupakan sebuah fragmen rangkaian cerita sejarah perjuangan bangsa Indonesia dalam mempertahankan kemerdekaan. Basoeki adalah sosok yang berjuang dengan tidak mengangkat senjata, tapi menggunakan kuas.

    Sebagian besar karyanya kini terpampang di Museum Basoeki Abdullah serta menjadi aset dan warisan berharga bagi para generasi penerus. Museum Basoeki Abdullah merupakan salah satu dari sedikit museum seni rupa yang berada di Jakarta. Sebagai sebuah destinasi, museum ini tidak hanya menawarkan wisata benda-benda seni rupa. Museum ini juga dapat menjadi sarana untuk belajar sejarah, seni rupa—khususnya seni lukis, hingga  sumber inspirasi bagi masyarakat dalam mengapresiasi serta mengekspresikan seni dan budaya, khususnya bagi para perupa di Indonesia.

    Sebagai langkah apresiasi dan meneruskan perjuangan, Museum Basoeki Abdullah mengadakan Sayembara Film Dokumenter Basoeki Abdullah. Lomba yang bisa diikuti masyarakat umum dan warga negara Indonesia (WNI) ini berhadiah total Rp 105 juta. Adapun syarat dan ketentuannya adalah film menceritakan Museum Basoeki Abdullah dan tokoh Basoeki Abdullah. Kemudian, film adalah karya baru dengan tahun produksi 2017 dan belum pernah dipublikasikan atau diikutkan pada lomba sejenis.

    Dengan durasi minimal 15 menit dan maksimal 30 menit, film harus mencantumkan sumber data (jika ada) pada credit title. Format film dikirim dalam bentuk DVD Video dan DVD Data (mp4). Biaya produksi film ditanggung setiap peserta. Karya akan diterima mulai 15 hingga 31 Oktober 2017 cap pos atau diantar langsung ke panitia ke alamat Jalan Keuangan Raya Nomor 19 Cilandak Barat, Jakarta Selatan.

    Sejak diumumkan Juli 2017 lalu, sudah banyak peserta yang menyatakan minat untuk ikut dan mengirimkan film dokumenter karya mereka untuk mengikuti lomba ini. Selain berasal dari Jabodetabek, lomba diikuti peserta dari Yogyakarta, Bandung dan Medan.

    Selain menggelar sayembara film dokumenter, Museum Basoeki Abdullah mengajak generasi muda tingkat sekolah menengah atas atau sederajat dan mahasiswa S-1 untuk mengapresiasi lukisan Basoeki Abdullah melalui Lomba Kritik Seni Lukisan Basoeki Abdullah. Lomba ini pun memperebutkan hadiah puluhan juta rupiah.

    Mari berpartisipasi, kirimkan film dokumenter dan Kritik Seni Lukisan Basoeki Abdullah kamu. Detail lomba bisa diakses di http://museumbasoekiabdullah.or.id/. (*)


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.