Istana Belum Atur Jadwal Pertemuan dengan Keluarga Novel Baswedan  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Istri Penyidik KPK Novel Baswedan, Rina Emilda (kiri) berfoto bersama jemaat usai menjalani solat Dzuhur berjamaah di salah satu masjid Singapura, 15 Agustus 2017. TEMPO/Fransisco Rosarians

    Istri Penyidik KPK Novel Baswedan, Rina Emilda (kiri) berfoto bersama jemaat usai menjalani solat Dzuhur berjamaah di salah satu masjid Singapura, 15 Agustus 2017. TEMPO/Fransisco Rosarians

    TEMPO.COJakarta - Juru bicara Istana Kepresidenan, Johan Budi Sapto Pribowo, menyampaikan pihak Istana belum menjadwalkan waktu pertemuan Presiden Joko Widodo dengan keluarga penyidik KPK, Novel Baswedan. Sebab, Jokowi sangat sibuk.

    "Tapi perlu saya informasikan bahwa suratnya sudah disampaikan sama Novel Baswedan," ujar Johan saat dicegat di Kompleks Istana Kepresidenan, Kamis, 24 Agustus 2017.

    Baca juga: Kasus Lama Novel Baswedan Muncul Lagi, Ada Apa?

    Istri Novel, Rina Emilda, mengirim surat kepada Jokowi untuk meminta waktu pertemuan. Tujuannya untuk menjelaskan kepada Jokowi duduk perkara Novel, tim pencari fakta, dan perkembangan terbaru suaminya.

    Novel merupakan korban tindak kekerasan. Beberapa waktu lalu, ia disiram air keras oleh sosok misterius di Kelapa Gading, Jakarta Utara. Serangan itu membakar sebagian wajahnya dan merusak penglihatannya. Novel menduga penyerangan itu berkaitan dengan salah satu perkara yang ia usut.

    Johan mengatakan Jokowi tetap ingin bertemu dengan istri Novel walau sibuk. Apalagi, ketika ditanyai mengenai surat Novel, kata Johan, Jokowi menyanggupinya selama waktunya bisa disesuaikan dengan agenda lain.

    Ditanyai apakah pertemuan itu juga akan menyinggung detail pengusutan perkara Novel Baswedan, Johan mengatakan yang ia tahu adalah Rina ingin mengucapkan terima kasih kepada Jokowi. Ucapan terima kasih itu berkaitan dengan upaya Jokowi mendorong perkara Novel untuk segera diselesaikan dan bantuan pengobatannya. "Tidak ada yang lain," ujarnya.

    ISTMAN M.P.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Calon Menteri yang Disodorkan Partai dan Ormas, Ada Nama Prabowo

    Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa sebanyak 45 persen jejeran kursi calon menteri bakal diisi kader partai.