Kekhawatiran Istana Jika Grup Saracen Tidak Diberantas Habis  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • uru Bicara Presiden Johan Budi mengunjungi Novel Baswedan di Rumah Sakit Mitra Keluarga Kelapa Gading, Jakarta, 11 April 2017. Tempo/Vindry Florentin

    uru Bicara Presiden Johan Budi mengunjungi Novel Baswedan di Rumah Sakit Mitra Keluarga Kelapa Gading, Jakarta, 11 April 2017. Tempo/Vindry Florentin

    TEMPO.CO, Jakarta - Juru bicara Istana Kepresidenan Johan Budi Sapto Pribowo mengapresiasi langkah Kepolisian yang berhasil mengungkap keberadaan sindikat penyebar pesan kebencian, Saracen. Johan berkata, kejahatan sindikat Saracen harus diusut hingga ke akar-akarnya.

    "Hal itu bisa merusak persatuan dan kesatuan bangsa jika dibiarkan," ujar Johan di kompleks Istana Kepresidenan, Kamis, 24 Agustus 2017.

    Sebagaimana diketahui, Mabes Polri baru saja mengungkap keberadaan sindikat Saracen di media sosial paska menangkap tiga tersangka penyebar pesan kebencian JAS (32), MFT (43), dan SRN (32).

    Baca: Tersangka Anggota Saracen: Saya Mengkritik Sejak Zaman SBY

    Adapun cara kerja Saracen, menurut pihak Kepolisian, adalah dengan menarik para netizen yang berani dan berniat mengunggah konten-konten provokatif, mengandung isu SARA dan pesan kebencian ke sosial media. Bahkan, mereka bersedia bekerja berdasarkan pesanan.

    Lebih lanjut, pihak Kepolisian menyampaikan bahwa Saracen memiliki anggota-anggota yang paham ilmu IT dan operasi dan media sosial. Dengan begitu, mereka bisa menyiapkan akun anonim yang dibutuhkan hingga membuka blokir akun-akun bermasalah.

    Baca: Petinggi Saracen Jasriadi Punya Usaha Les Privat dan Sewa Mobil

    Johan melanjutkan bahwa pemerintah tak hanya meminta perkara Saracen ini diusut tuntas, namun juga meminta netizen untuk lebih bijak lagi menggunakan sosial media. Hal itu mengingat Saracen bergerak dengan merekrut netizen-netizen yang ingin menyebar pesan kebencian.

    "Kan sudah pernah diingatkan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) agar menggunakan media sosial secara santun. Jangan saling menghina, menghuhat, memfitnah karena kita kan bersaudara," ujarnya menegaskan.

    ISTMAN MP




     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Calon Menteri yang Disodorkan Partai dan Ormas, Ada Nama Prabowo

    Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa sebanyak 45 persen jejeran kursi calon menteri bakal diisi kader partai.