Saracen Punya Media Online di Pekanbaru, Begini Kantornya  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kantor modia online Saracennews.com tampak sepi di Gang Salempayo,  Jalan Kasah,  Kecamatan Tangkeran Tengah,  Pekanbaru, 24 Agustus 2017. Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri menangkap Pemimpin Redaksi Saracen atas tuduhan penyedia jasa ujaran kebencian. Tempo/Riyan Nofitra

    Kantor modia online Saracennews.com tampak sepi di Gang Salempayo, Jalan Kasah, Kecamatan Tangkeran Tengah, Pekanbaru, 24 Agustus 2017. Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri menangkap Pemimpin Redaksi Saracen atas tuduhan penyedia jasa ujaran kebencian. Tempo/Riyan Nofitra

    TEMPO.CO, Pekanbaru - Sindikat penyedia jasa konten kebencian Saracen disebut mengelola portal berita Saracennews.com yang beralamat di Pekanbaru, Riau. Tempo menelusuri keberadaan kantor Saracen di Gang Salempayo, Jalan Kasah, Kecamatan Tangkerang Tengah, Pekanbaru, Riau.

    Media online milik Saracen berkantor di sebuah rumah kontrakan petak dua. Suasana rumah tampak sepi. Tidak terlihat aktivitas seperti perkantoran kebanyakan. Sementara satu ruangan di sebelah kanan dimanfaatkan usaha laundry oleh pemilik rumah.

    Baca juga: Kantor Media Online Saracen di Pekanbaru Diduga Fiktif

    "Usaha laundry kecil-kecilan saja," kata Ana Halifah, penghuni rumah, saat ditemui Tempo, Kamis, 24 Agustus 2017.

    Ana mengaku adik dari Jasriadi, Pemipin Redaksi Media Online Saracennews.com. Belakangan Jasriadi ditangkap Direktorat Tindak Pidana Siber Badan Reserse Kriminal Polri diduga terlibat dalam sindikat jasa konten kebencian.

    Tempo melihat ada banyak stiker Saracennews.com di salah satu sudut ruangan. Namun Ana mengaku tidak ada aktivitas di ruangan itu sejak dua bulan lalu. "Tidak ada apa-apa di sana, kosong," ujarnya.

    Simak pula: Kasus Saracen, Dewan Pers: Verifikasi Perusahaan Media Penting

    Rabu kemarin, Bareskrim Mabes Polri mengungkap penangkapan tiga anggota sindikat Saracen. Ketiganya diduga sebagai kelompok yang menerima pemesanan untuk menyebarkan kebencian dengan motif ekonomi. Sumber pemasukan Saracen di antaranya berasal dari iklan di portal berita Saracennews.

    Saracen menjadikan konten kebencian sebagai ladang bisnis. Mereka menerima pemesanan dari pihak atau ormas tertentu untuk konten kebencian. Namun, ada pula inisiatif mereka sendiri untuk menyebarkannya.

    RIYAN NOFITRA




     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.