Kasus Novel Baswedan, Polisi Mengaku Butuh Waktu Ekstra

Reporter

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Raden Prabowo Argo Yuwono saat menjelaskan kenaikan status Firza Husein menjadi tersangka kasus pornografi, di Polda Metro Jaya, 16 Mei 2017. Tempo/Egi Adyatama

TEMPO.CO, Jakarta - Penyelidikan kasus penyerangan terhadap penyidik KPK, Novel Baswedan masih belum menemukan siapa pelaku utamanya. Polda Metro Jaya mengatakan membutuhkan waktu ekstra mengungkap pelaku penyerangan Novel Baswedan.

"Memang kalau kasus-kasus yang saksinya minim, kita butuh waktu ekstra untuk mengungkap siapa pelakunya," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono di Mapolda Metro Jaya, Rabu 23 Agustus 2017, terkait kasus penyerangan terhadap Novel Baswedan yang telah empat bulan belum terungkap.

Baca juga:
Kasus Novel Baswedan, Polisi Diminta Bergerak Cepat

Polda Metro Jaya menyampaikan bahwa pada pemeriksaan di Singapura 21 Agustus kemarin pihaknya telah mengamankan barang bukti berupa Mug yang diduga digunakan pelaku untuk menyiram cairan H2SO4 kepada Novel Baswedan. Argo juga mengatakan bahwa Novel menceritakan kronologi kejadian sebelum dan ketika di siram, namun Novel tidak tahu siapa pelakunya.

Baca pula:

Kasus Lama Novel Baswedan Muncul Lagi, Ada Apa?

"Yang bersangkutan (Novel) nggak tahu siapa pelaku penyerangan itu," kata Argo Yuwono. Menanggapi hal diatas, Ketua Tim Advokasi Novel Baswedan, Haris Azhar meyampaikan bahwa pengungkapan pelaku penyerangan Novel butuh ekstra tindakan.

"Ya bukan ekstra waktu, tapi juga ekstra tindakan. Tindakannya dari Presiden (Jokowi) harus bikin TGPF (Tim Gabungan Pencari Fakta)," kata Haris Azhar saat di hubungi Rabu, 23 Agustus 2017. Ia mengatakan bahwa sampai saat ini Novel Baswedan belum menerima Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyidikan (SP2HP). "Harusnya dia sebagai korban dapat SP2HP," kata Haris.

M. YUSUF MANURUNG






Setahun #BeraniJujurPecat, IM57+ Insitute dan AJI Jakarta Luncurkan Buku Kisah Pegawai KPK Korban TWK

3 hari lalu

Setahun #BeraniJujurPecat, IM57+ Insitute dan AJI Jakarta Luncurkan Buku Kisah Pegawai KPK Korban TWK

Peringatan setahun #BeraniJujurPecat, IM57+ Institute dan AJI Jakarta meluncurkan Buku "Perlawanan Sehormat-hormatnya". Siapa saja yang hadir?


Novel Baswedan: Penolakan PTUN Terhadap Gugatan Pegawai KPK Adalah Berita Baik

4 hari lalu

Novel Baswedan: Penolakan PTUN Terhadap Gugatan Pegawai KPK Adalah Berita Baik

Novel Baswedan menyatakan penolakan PTUN bisa membangkitkan semangat para pegawai KPK untuk terus berjuang.


Satu Tahun Peristiwa G30S TWK, Kronologi Pemberhentian 57 Pegawai KPK

4 hari lalu

Satu Tahun Peristiwa G30S TWK, Kronologi Pemberhentian 57 Pegawai KPK

Setahun lalu, 57 pegawai KPK dipecat karena dianggap tidak lolosTWK. Pertisiwa ini pun dikenal sebagai G30S TWK.


Begini Saran Eks Pegawai KPK untuk Febri Diansyah dan Rasamala Aritonang: Mundur!

6 hari lalu

Begini Saran Eks Pegawai KPK untuk Febri Diansyah dan Rasamala Aritonang: Mundur!

Febri Diansyah dan Rasamala Aritonang menjadi kuasa hukum Putri candrawathi dan Ferdy Sambo. Begini kata sahabat-sahabatnya eks pegawai KPK, "Mundur!"


Febri Diansyah dan Rasamala Aritonang Kuasa Hukum Putri Candrawathi dan Ferdy Sambo, Ini Respons Novel Baswedan

6 hari lalu

Febri Diansyah dan Rasamala Aritonang Kuasa Hukum Putri Candrawathi dan Ferdy Sambo, Ini Respons Novel Baswedan

Eks jubir KPK Febri Diansyah dan mantan penyidik KPK Rasamala Aritonang jadi pengacara Putri Candrawathi dan Ferdy Sambo. Ini kata Novel Baswedan.


Azyumardi Azra Habis-habisan Dukung Pegawai KPK yang Dianggap Tak Lolos TWK: Berakhir Sendu

14 hari lalu

Azyumardi Azra Habis-habisan Dukung Pegawai KPK yang Dianggap Tak Lolos TWK: Berakhir Sendu

Azyumardi Azra menilai TWK yang dilakukan KPK penuh masalah. Ia dan 73 guru besar menilai pelaksanaan tes tersebut melanggar hukum dan etika publik.


Master Security IT: Kenali Bahaya 4 Serangan Siber, Phishing hingga Ransomwar

21 hari lalu

Master Security IT: Kenali Bahaya 4 Serangan Siber, Phishing hingga Ransomwar

Kebocoran data pribadi belakangan ini menyadarkan publik bahwa modus serangan siber memiliki ragam bentuk, seperti phishing, skimming, carding, ataupun ransomware.


Satgassus Pencegahan Korupsi Polri, Ini Tugas Novel Baswedan dan 43 Eks Pegawai KPK Korban TWK

22 hari lalu

Satgassus Pencegahan Korupsi Polri, Ini Tugas Novel Baswedan dan 43 Eks Pegawai KPK Korban TWK

Polri mengembangkan Satgassus Pencegahan Korupsi. Apa saja tuganya? Novel Baswedan dan 43 eks pegawai KPK korban TWK ada di sana.


Kata Novel Baswedan tentang Suap dan Gratifikasi, Lapor Hanya ke KPK?

42 hari lalu

Kata Novel Baswedan tentang Suap dan Gratifikasi, Lapor Hanya ke KPK?

Novel Baswedan menjelaskan perbedaan antara gratifikasi dan suap. Berapa hari maksimal seseorang diwajibkan lapor terima gratifikasi?


Satgassus Pencegahan Korupsi Polri Soroti Pupuk Bersubsidi, Novel Baswedan: 3 Potensi Pidana Korupsi

45 hari lalu

Satgassus Pencegahan Korupsi Polri Soroti Pupuk Bersubsidi, Novel Baswedan: 3 Potensi Pidana Korupsi

Satgassus Pencegahan Korupsi Polri yang diperkuat Novel Baswedan membeberkan potensi korupsi di tubuh Kementerian Pertanian.