Banjir Lima Puluh Kota, 25 Rumah dan 1 SD Terendam Lumpur

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi banjir. ANTARA/ZAbur Karuru

    Ilustrasi banjir. ANTARA/ZAbur Karuru

    TEMPO.CO, Padang - Banjir disertai lumpur melanda tiga jorong Nagari Balai Panjang Kecamatan Lareh Sago Halaban, Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumatera Barat, Kamis, 24 Agustus 2017. Banjir bandang itu terjadi akibat hujan deras di kawasan tersebut.

    "Ketinggian air tadi malam mencapai 50 sentimeter. Banjir disertai lumpur," ujar Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Lima Puluh Kota Rahmadinol, Kamis, 24 Agustus 2017.

    Berdasarkan data sementara, kata dia, banjir bandang menyebabkan 25 rumah dan satu sekolah dasar terendam lumpur. Jembatan juga ditemukan putus di Jorong Lurab Bukik, Balai Panjang.

    Banjir bandang juga berdampak terhadap persediaan air bersih. Saluran air pamsimas dan pipa air bersih terputus. "Air sudah mulai surut. Saat ini, kami membersihkan sekolah dan rumah yang dipenuhi lumpur," ujarnya.

    Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Sumatera Barat mengatakan banjir bandang ini terjadi akibat Bukit Cermin longsor di Jorong Batu Payuang. Bukit ini pernah terbakar pada September 2016.

    "Banjir akibat meluapnya Batang Mangkisi di Lareh Sago Halaban yang merupakan lokasi di sekitar bekas karhutla (kebakaran hutan dan lahan) pada September tahun lalu," ujarnya.

    ANDRI EL FARUQI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cara Memberlakukan Kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar

    Presiden Joko Widodo telah menandatangai PP No 21 Tahun 2020 yang mengatur pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar menghadapi virus corona.