Dubes Inggris: Izin Kerja di Indonesia Persulit Pebisnis Asing

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Dubes Inggris untuk Indonesia, ASEAN dan Timor Leste, Moazzam Malik, dalam jumpa pers di kediamannya di Jakarta, 19 Desember 2014. Tempo/Natalia Santi

    Dubes Inggris untuk Indonesia, ASEAN dan Timor Leste, Moazzam Malik, dalam jumpa pers di kediamannya di Jakarta, 19 Desember 2014. Tempo/Natalia Santi

    TEMPO.CO, Jakarta - Duta besar Inggris untuk Indonesia Moazzam Malik berharap pemerintah Indonesia bisa menyederhanakan regulasi untuk mendukung investasi. Salah satu regulasi yang dianggap menyulitkan adalah izin kerja (work permit) warga negara asing di Indonesia.

    "Salah satu keluhan dari para pengusaha atau perusahaan asing adalah sistem work permit masih sulit. Periode untuk work permit masih pendek," kata Dubes Inggris Moazzam Malik seusai bertemu Wakil Presiden Jusuf Kalla di Kantor Wapres, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta, Rabu, 23 Agustus 2017. Kedatangan Moazzam adalah untuk mendampingi duta dagang Perdana Menteri Inggris, Richard Graham, menemui Kalla.

    Baca juga:

    Duta Besar Inggris Ajak Mahasiswa Indonesia Studi ke Inggris

    Masa berlaku izin kerja bagi pekerja asing saat ini adalah enam bulan. Waktu yang singkat tersebut, kata Moazzam, seharusnya diperbaiki karena menjadi hambatan untuk berbisnis di Indonesia. Selain menghambat bisnis, Indonesia juga mengalami kerugian keahlian tenaga kerja asing sebenarnya dibutuhkan Indonesia.

    Moazzam mencontohkan, untuk setiap 10 tenaga kerja asing, mungkin ada 100 pekerja Indonesia. Karena itu, kemudahan dalam izin kerja bagi pekerja asing sebenarnya akan menguntungkan Indonesia. "Indonesia perlu keahlian dari luar negeri, inovasi dari luar negeri. Jadi saya rasa ini isu yang saya harap bisa dimajukan," kata Moazzam.

    Idealnya, kata Moazzam, masa berlaku izin kerja tenaga kerja asing menyesuaikan dengan masa kontrak kerja. Jika ada perusahaan Indonesia yang memperkerjakan pekerja asing untuk dua atau tiga tahun, masa berlaku work permit juga seharusnya berlaku untuk dua atau tiga tahun. "Lebih mudah kalau ada work permits yang disesuaikan dengan kontrak, kan?" kata dia.

    Menurut Duta Besar Inggris Moazzam Malik, masa berlaku izin kerja yang ada saat ini dianggap tidak logis, karena sangat pendek. Dengan hanya berlaku enam bulan, pekerja asing harus mengurus setiap 2-3 bulan lagi untuk memperbarui. "Jadi, sepanjang tahun selalu ada proses untuk memperbarui, ini hanya membuang duit," kata dia. Selain mengeluarkan dana, perbaruan ini juga menganggu keahlian yang sebenarnya diperlukan tenaga kerja asing dalam melakukan bisnis.

    AMIRULLAH SUHADA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.