Wartawan Rentan Kena Gangguan Mental, AJI: Perlu Refreshing

Reporter

TEMPO/ Imam Yunni

TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Umum Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Suwarjono menekankan perusahaan media untuk melindungi wartawan agar terhindar dari resiko gangguan psikologis. "Penting dibuat aturan kerja yang jelas agar tidak membuat jurnalis bekerja tanpa batas," kata Suwarjono melalui pesan singkat pada Selasa, 22 Agustus 2017.

Menurutnya, pekerjaan sebagai jurnalis memang memiliki banyak risiko. Di antaranya adalah ancaman dari luar, narasumber, serta gangguan psikologis. Beban pekerjaan wartawan sangatlah menekan akibat tingginya kebutuhan kecepatan serta persaingan mendapatkan informasi secara eksklusif. Kerja keras tersebut kemudian diperparah dengan jam kerja yang tak terbatas.

Baca juga:

Jurnalis Kalsel: Usut Anggota Brimob Pengancam Wartawan Antara

Untuk mengatasinya, Suwarjono juga menyarankan para jurnalis untuk beralih sejenak dari pekerjaannya dan melakukan aktivitas menyenangkan. "Perlu dilakukan refresh kepada para jurnalis agar tidak selalu dalam tekanan tinggi," kata dia.

Suwarjono mengatakan, refresh tersebut bisa diberikan dalam bentuk hari libur yang cukup. Selain itu, perusahaan juga bisa memberi fasilitas hiburan di kantor atau membuat program khusus dari divisi HRD untuk mengatasi beban psikologis pekerjanya.

Baca pula:

Wartawan NET TV Dipukul dan Diludahi Saat Liput Banjir Kemang

"Dan perlu juga pengetahuan atau pendidikan kepada wartawan atas risiko kerja mereka," dia menjelaskan. Penjelasan Suwarjono tersebut sebagai tanggapan atas beredarnya hasil penelitian yang belakangan ini sedang marak, bahwa jurnalis rentan mengidap depresi berujung gangguan mental.

Beberapa media online menelurkan artikel yang membahas temuan tersebut. Dalam situs Dart Center, Professor Bidang Psikologi dari Universitas Tulsa Elana Newman menunjukkan hasil beberapa penelitian bahwa sebanyak 90 persen wartawan terpapar peristiwa traumatis, seperti perang, pembunuhan, kecelakaan, kerusuhan massal, bencana alam, dan peristiwa lainnya secara berulangkali dan berkepanjangan. Kondisi tersebut menyebabkan minoritas wartawan mengidap gangguan stress pasca trauma (PTSD), depresi, bahkan penyalahgunaan zat.

Baca:

57 Jurnalis Terima Kartu Wartawan Utama dari Dewan Pers

Beberapa penelitian tersebut juga menyimpulkan sebanyak 4 hingga 59 persen wartawan mengidap PTSD, kurang dari 21 persen mengalami depresi, serta 14 persen wartawan perang memiliki ketergantungan alkohol.

Sebelumnya, perhatian warganet juga tertuju kepada komentar Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subiakto tentang rendahnya gaji wartawan pada Kamis, 17 Agustus 2017 lalu sempat menghebohkan warga net. Kepada segerombol wartawan, ia mengatakan, "Kami juga bela wartawan. Gaji kalian kecil kan?". Dia bahkan menyindir, saking rendahnya pendapatan wartawan, mereka tidak mampu belanja ke mal.

ZARA AMELIA






AJI Desak Polisi Usut Tuntas Peretasan Terhadap Narasi

5 hari lalu

AJI Desak Polisi Usut Tuntas Peretasan Terhadap Narasi

Aji mendesak agar kasus peretasan dan serangan terhadap media Narasi diusut tuntas untuk memberi efek jera kepada pelaku.


Narasi Laporkan Serangan Digital ke Mabes Polri, AJI: Semoga Tidak Mangkrak

6 hari lalu

Narasi Laporkan Serangan Digital ke Mabes Polri, AJI: Semoga Tidak Mangkrak

Tim hukum Narasi bersama LBH Pers, Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Indonesia dan Safenet, telah melaporkan serangan digital ke Mabes Polri


Sanksi Demosi untuk Bharada Sadam karena Langgar Kebebasan Pers, AJI: Harusnya Sanksi Pidana

23 hari lalu

Sanksi Demosi untuk Bharada Sadam karena Langgar Kebebasan Pers, AJI: Harusnya Sanksi Pidana

Eks sopir dan ajudan Ferdy Sambo, Bharada Sadam dijatuhi sanksi etik karena melakukan pelanggaran terhadap kebebasan pers.


Jurnalis Tempo Nurhadi Kecewa JPU Baru Mengirim Kontra Memori Kasasi Setelah Didatangi

37 hari lalu

Jurnalis Tempo Nurhadi Kecewa JPU Baru Mengirim Kontra Memori Kasasi Setelah Didatangi

Jurnalis Tempo korban tindak kekerasan anggota polisi, Nurhadi, meminta penjelasan jaksa penuntut mengapa tak segera mengirim kontra memori kasasi.


AJI Jakarta dan LBH Pers Kawal Kasus Kekerasan Terhadap Jurnalis Nurhadi oleh Anggota Polri

41 hari lalu

AJI Jakarta dan LBH Pers Kawal Kasus Kekerasan Terhadap Jurnalis Nurhadi oleh Anggota Polri

Kekerasan terhadap jurnalis Nurhadi oleh anggota Polri mendapat pengawalan dari AJI Jakarta dan LBH Pers. Kasus ini proses kasasi di Mahkamah Agung.


Kasus Penganiayaan Jurnalis Nurhadi, AJI Desak MA Perberat Hukuman 2 Polisi Pelaku

42 hari lalu

Kasus Penganiayaan Jurnalis Nurhadi, AJI Desak MA Perberat Hukuman 2 Polisi Pelaku

AJI mendesak Mahkamah Agung memperberat hukuman 2 anggota polisi penganiaya jurnalis Tempo, Nurhadi.


Koalisi Pembela LPM Lintas Laporkan Rektor IAIN Ambon dan Dirjen Pendis ke Ombudsman Soal Maladministrasi

58 hari lalu

Koalisi Pembela LPM Lintas Laporkan Rektor IAIN Ambon dan Dirjen Pendis ke Ombudsman Soal Maladministrasi

Koalisi Pembela LPM Lintas menilai Rektor IAIN Ambon dan Dirjen Pendis lakukan maladministrasi sehingga dilaporkan ke Ombudsman. Apa tuntutan lainnya


AJI Menolak Intervensi Pimpinan IAIN Ambon Soal Mencabut Penghargaan LPM Lintas

58 hari lalu

AJI Menolak Intervensi Pimpinan IAIN Ambon Soal Mencabut Penghargaan LPM Lintas

Pimpinan IAIN Ambon menganggap pers mahasiswa LPM Lintas tak pantas menerima penghargaan dari AJI Indonesia, kenapa?


Pimpinan IAIN Ambon Ingin AJI Cabut Penghargaan LPM Lintas, Dewan Juri: Keputusan Sudah Final

58 hari lalu

Pimpinan IAIN Ambon Ingin AJI Cabut Penghargaan LPM Lintas, Dewan Juri: Keputusan Sudah Final

Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama IAIN Ambon, Faqih Seknun tak setuju LPM Lintas mendapat penghargaan dari AJI Indonesia


Aliansi Jurnalis Independen Memberi Penghargaan untuk Pers Mahasiswa IAIN Ambon

59 hari lalu

Aliansi Jurnalis Independen Memberi Penghargaan untuk Pers Mahasiswa IAIN Ambon

Aliansi Jurnalis Independen memberi penghargaan untuk Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Lintas IAIN Ambon