Gedung Baru DPR Rp 600 M, Marzuki Alie: Untuk Pendidikan Saja

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Susilo Bambang Yudhoyono bersama istri Ny Ani Yudhoyono, Ketua DPR Marzuki Alie (kiri) dan istri Ny Asmawati, Wapres Boediono (kedua kanan) dan istri Ny Herawati Boediono serta sejumlah pejabat dan anggota parlemen berfoto bersama usai Sidang Bersama DPR dan DPD RI di Gedung Nusantara, Senayan, Jakarta, 15 Agustus 2014. ANTARA FOTO/Ismar Patrizki

    Presiden Susilo Bambang Yudhoyono bersama istri Ny Ani Yudhoyono, Ketua DPR Marzuki Alie (kiri) dan istri Ny Asmawati, Wapres Boediono (kedua kanan) dan istri Ny Herawati Boediono serta sejumlah pejabat dan anggota parlemen berfoto bersama usai Sidang Bersama DPR dan DPD RI di Gedung Nusantara, Senayan, Jakarta, 15 Agustus 2014. ANTARA FOTO/Ismar Patrizki

    TEMPO.CO, Jakarta - Mantan Ketua DPR, Marzuki Alie, meminta anggota DPR periode 2014 -- 2019 untuk tidak memaksakan kehendal untuk membangun gedung baru. Marzuki mengatakan anggaran untuk gedung baru lebih baik dipakai untuk proyek pembangunan, yang lebih bermanfaat.

    Baca: DPR Minta Gedung Baru, Pengamat: Presiden Tidak Minta Istana Baru

    "Sekarang kan defisit APBN luar biasa, fiskal kita bermasalah, penerimaan pajak tak sesuai target, sebaiknya ada empati lah," kata Marzuki, yang menjabat sebagai Ketua Dewan Penasihat Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia ini di Istana Kepresidenan, Rabu, 23 Agustus 2017.

    Baca: Apartemen DPR Batal, Setnov: Rumah Dinas di Kalibata Masih Layak

    Sebagaimana diketahui, DPR merasa perlu memperbaiki Gedung Nusantara I, yang menjadi lokasi kantor mereka. Alasannya, gedung ini sudah miring 7 derajat.

    DPR meminta dana sekitar Rp 600 miliar untuk pembangunan gedung baru ini. Hal itu terpantau pada surat edaran Kemenkeu dan Bappenas soal pagu indikatif RAPBN 20018.

    Marzuki memaklumi pembangunan gedung DPR memang penting. Namun, menurutnya, masih banyak hal lain yang lebih penting. Sebagai contoh, kata ia, dana pembangunan gedung DPR bisa digunakan untuk mengganti pemotongan dana pendidikan.

    "Tolonglah teman-teman di DPR untuk sabar. Tunggu sampai kondisi perekonomian baik, defisit APBN bagus. Berilah anggaran ke pendidikan," ujarnya mengakhiri.

    ISTMAN MP


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Calon Menteri yang Disodorkan Partai dan Ormas, Ada Nama Prabowo

    Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa sebanyak 45 persen jejeran kursi calon menteri bakal diisi kader partai.