Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Aneh, Orang Sudah Meninggal Dapat Pinjaman dari Bank

image-gnews
Surat keterangan kematian Sudiono, warga Bojonegoro, yang meninggal pada 2011, tapi namanya digunakan untuk pencairan utang di bank pada 2015. Ahli waris almarhum mempertanyakan keputusan bank itu, Selasa, 22 Agustus, 2017. (Tempo/Sujatmiko)
Surat keterangan kematian Sudiono, warga Bojonegoro, yang meninggal pada 2011, tapi namanya digunakan untuk pencairan utang di bank pada 2015. Ahli waris almarhum mempertanyakan keputusan bank itu, Selasa, 22 Agustus, 2017. (Tempo/Sujatmiko)
Iklan

TEMPO.CO, Bojonegoro - Ahli waris Sudiono, yang meninggal pada 2011, bingung, ketika petugas Perusahaan Daerah Bank Perkreditan Rakyat (PD-BPR) Bank Daerah Cabang Kalitidu, Bojonegoro, menagih hutang almarhum sebesar Rp 50 juta. Dalam catatan bank, Sudiono pinjam uang pada 2015.

”Saya kaget dan lemas,” kata anak almarhum, Anik Zuliatin,37 tahun,  pada Tempo, Senin 21 Agustus 2017.

Baca juga: Bos First Travel Ditanya, Mas Gimana Rasanya Makan Uang Jemaah?  

Anik Zuliatin menunjukkan surat kematian dari Desa Ringintunggal Kecamatan Gayam, Bojonegoro, yang  menyebutkan, Sudiono meninggal 3 Januari 2011 dalam usia 56 tahun. Surat kematian ditandatangani Kepala Desa Ringintunggal atas nama Pandil. Sementara pencairan pinjaman dari PD-BPR Bank Daerah Cabang Kalitidu, terhitung awal 2015 silam.

Anik menyatakan ada kejanggalan atas pinjaman orang tuanya ke bank. Seperti, tanda tangan orang tuanya palsu, nama dirinya dan Ibunya yaitu Siti Asyiyah—istri almarhum Sudiono—juga keliru. ”Masak Bapak sudah meninggal bisa tanda tangan,” katanya.

Anik menduga, kasus ini berawal saat ia bertemu orang bernama Kunardi dan Rahmat, keduanya jasa pencairan uang di bank, pada Juli 2015. Anik mengaku butuh uang dan ditawari pinjaman secara pribadi oleh Rahmat, warga Kota Bojonegoro—mantan karyawan PD BPR Bank Daerah Bojonegoro.

Tawaran pinjaman disetujui dengan uang senilai Rp 10 juta berikut pelunasan enam bulan plus bunga jika ditotal hampir Rp 15 juta. Tetapi, Rahmat, hanya menagih dua kali dan selebihnya tidak datang lagi ke rumah Anik.

Suatu hari awal Januari 2016, datang petugas bank, yaitu Kepala Cabang PD BPR Kalitidu, Ainun Niswatin dan stafnya  Anton. Mereka memberi tahu bahwa orang tua Anik meminjam uang Rp 50 juta, pada pertengahan tahun 2015. Jaminannya berupa sertifikat tanah atas nama Sudiono, orang tuanya. Di jaminan itu, tertera nama Sudiono berikut dilampirkan tanda tangan, Kartu Keluarga atas nama Sudiono, beserta istri dan anaknya.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Anik mengaku kaget atas pemberitahuan itu. Karena sertifikat di PD-BPR Bank Daerah Bojonegoro, sama dengan jaminan yang dipegangkan ke Rahmat—orang yang meminjami uang secara pribadi. Selain itu, peminjaman tidak ada pemberitahuan baik ke dirinya dan Ibunya—selaku anggota keluarga. Kejanggalan lain, sertifikat bisa pindah tangan. Dari pribadi ke perbankan. ”Ini janggal,” katanya.

Menurut Anik, ia sudah tidak bisa menghubungi Kunardi dan Rahmat. Anik akan melaporkan kasus ini ke polisi.

Kepala PD BPR Bank Daerah Cabang Kalitidu, Bojonegoro, Jaya, membenarkan ada pencairan uang nasabah sebesar Rp 50 juta . Tapi, masalah ini sedang diteliti karena nasabah atas nama Sudiono, sudah meninggal dunia. “Ya, masih diteliti,” ujarnya pada Tempo Selasa 22 Agustus 2017, Jaya kini menjabat di bagian Manajemen Risiko PD-BPR Bank Daerah Bojonegoro.

Dia menambahkan, dirinya menjabat mulai 18 Mei 2017 dan dimutasi pada 18 Agustus 2017. Jaya menyebut, pencairan dana dengan nasabah orang meninggal, terjadi sebelum dirinya menjabat Kepala Cabang Kalitidu.

Mantan Kepala PD BPR Bank Daerah Kalitidu, Bojonegoro, Ainun Niswatin ketika dikonformasi, mengatakan masalah ini tengah ditangani Direksi PD BPR Bank Daerah Bojonegoro. ”Saya tak mau jawab. Silahkan ke direksi,” ujarnya pada Tempo lewat telepon, Selasa 22 Agustus 2017.

Kepala Divisi Opersional PD-BPR Bank Daerah Bojonegoro, Ahmad Sulfa Agus Julianto—mewakili Direksi—mengaku tidak tahu menahu soal kasus ini. Dia justru heran ada orang meninggal dapat pinjaman kredit. ”Saya belum mengerti masalah ini,” ujarnya.

SUJATMIKO

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan

Hati-hati Investasi Ilegal, Berikut 7 Tips Aman bagi Investor Pemula

12 jam lalu

Ilustrasi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup naik. (ANTARAFOTO)
Hati-hati Investasi Ilegal, Berikut 7 Tips Aman bagi Investor Pemula

Di era kiwari, saham merupakan salah satu jenis investasi yang menarik dan banyak dipilih oleh masyarakat karena dianggap menjanjikan keuntungan di masa depan. Berikut ini 7 tips investasi agar terhindar dari penipuan.


Polisi Bongkar Sindikat Penipuan yang Gunakan Aplikasi Lalamove

1 hari lalu

Ilustrasi pencurian mobil pembawa uang/ATM. ANTARA/Irsan Mulyadi
Polisi Bongkar Sindikat Penipuan yang Gunakan Aplikasi Lalamove

Polsek Metro Penjaringan menangkap enam tersangka yang diduga menjadi anggota sindikat penipuan dan penggelapan menggunakan aplikasi Lalamove.


Seorang Wanita di BSD Jadi Korban Penipuan Diduga Polisi Gadungan, Dituduh Berbuat Mesum

2 hari lalu

Ilustrasi Polisi gadungan. Dok.Tempo/Marifka Wahyu Hidayat
Seorang Wanita di BSD Jadi Korban Penipuan Diduga Polisi Gadungan, Dituduh Berbuat Mesum

Korban penipuan itu menduga komplotan yang memerasnya di BSD, Tangsel, adalah polisi gadungan.


Bos PO San Cerita soal Modus Penipuan Penjualan Tiket Bus hingga Rugi Rp 16 Jutaan

3 hari lalu

Ilustrasi pemudi di terminal bus. ANTARA
Bos PO San Cerita soal Modus Penipuan Penjualan Tiket Bus hingga Rugi Rp 16 Jutaan

Direktur Utama PT San Putra Sejahtera atau PO San, Kurnia Lesani Adnan, bercerita maraknya penipuan tiket bus terus terjadi dan kian meresahkan.


Inilah 7 Modus Penipuan di WhatsApp yang Perlu Anda Ketahui

3 hari lalu

Ilustrasi WhatsApp. shutterstock.com
Inilah 7 Modus Penipuan di WhatsApp yang Perlu Anda Ketahui

Berikut berbagai modus penipuan yang sering dilakukan melalui platform WhatsApp.


Begini Cara Terhindar dari Panggilan Penipuan di WhatsApp

3 hari lalu

Ilustrasi WhatsApp. shutterstock.com
Begini Cara Terhindar dari Panggilan Penipuan di WhatsApp

Panggilan penipuan di WhatsApp dapat menyebabkan kerugian besar, mulai dari pencurian data pribadi hingga penipuan finansial.


Imigrasi Deportasi 13 WNA Taiwan Pelaku Kriminal yang Hendak Kabur ke Indonesia

6 hari lalu

Dirjen Imigrasi Silmy Karim (tengah) meninjau proses pemeriksaan keimigrasian di autogate yang dioperasikan di Terminal Kedatangan Internasional Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Badung, Bali, Rabu, 6 Maret 2024. Sebanyak 30 unit autogate pemeriksaan imigrasi yang mengintegrasikan teknologi Face Recognition serta Border Control Management (BCM) itu diresmikan di Bandara Bali untuk mempermudah dan mempercepat proses pemeriksaan keimigrasian. ANTARA FOTO/Fikri Yusuf
Imigrasi Deportasi 13 WNA Taiwan Pelaku Kriminal yang Hendak Kabur ke Indonesia

Direktorat Jenderal Imigrasi Kemenkumham memulangkan paksa atau deportasi 13 WNA asal Taiwan.


Begini Cara Blokir SMS Spam

7 hari lalu

Seorang jemaah telepon genggamnya yang dipasang perangkat lunak Al Quran saat ikuti pengajian Semaan di Masjid Agung Kauman, Semarang, 26 Juni 2015. Teknologi semakin maju, sejumlah jemaah semakin banyak yang membaca Al Quran tidak dengan buku Al Quran lagi melainkan dari telepon genggamnya. TEMPO/Budi Purwanto
Begini Cara Blokir SMS Spam

Memblokir SMS Spam bisa menggunakan aplikasi atau melalui aplikasi bawaan di ponsel Android dan iPhone Anda.


Pakar Ungkap Modus Penipuan Digital: Investasi Crypto hingga Cek Khodam

7 hari lalu

Pengamat Kepolisian dari Institute for Security and Strategic Studies (ISESS) Bambang Rukminto. ANTARA/HO-Dokumentasi Pribadi
Pakar Ungkap Modus Penipuan Digital: Investasi Crypto hingga Cek Khodam

Polisi diminta cepat mempelajari modus-modus penipuan baru yang dikemas dengan teknologi


Kemlu Ungkap Kendala Pemulangan WNI Korban Penipuan di Myanmar

8 hari lalu

Judha Nugraha, Direktur perlindungan WNI & BHI Kementerian Luar Negeri. antaranews.com
Kemlu Ungkap Kendala Pemulangan WNI Korban Penipuan di Myanmar

Kementerian Luar Negeri mengungkap kendala pemulangan WNI korban penipuan yang kini berada di Myawaddy Myanmar.