Pilkada Jabar 2018: PAN Tunggu Sikap Bima Arya

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wali Kota Bogor Bima Arya dan Wali Kota Bandung Ridwan Kamil di pembukaan Rapat Kerja Nasional Partai Amanat Nasional ke III di Bandung, Jawa Barat, 21 Agustus 2017. TEMPO/Prima Mulia

    Wali Kota Bogor Bima Arya dan Wali Kota Bandung Ridwan Kamil di pembukaan Rapat Kerja Nasional Partai Amanat Nasional ke III di Bandung, Jawa Barat, 21 Agustus 2017. TEMPO/Prima Mulia

    TEMPO.CO, Bandung - Partai Amanat Nasional menunggu keputusan Wali Kota Bogor Bima Arya dalam Pilkada Jabar 2018. "Saya tanya Bimaa, tapi ia minta waktu dua hari untuk memberikan jawaban," kata Ketua Umum Partai Amanat Nasional Zulkifli Hasan  dalam penutupan Rapat Kerja Nasional III PAN di Bandung, Rabu, 23 Agustus 2017.

    Bila Bima Arya mau maju, maka PAN akan menyandingkannya dengan Wali Kota Bandung, Ridwan Kamil atau Emil. Namun sebaliknya, bila ia enggan maka PAN akan mengalihkan dukungannya ke Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar.

    Emil saat ini sudah dideklarasikan sebagai calon gubernur oleh Partai NasDem. Sementara itu, Deddy sudah diusung oleh Partai Gerindra dan Partai Keadilan Sejahtera untuk berpasangan dengan Ahmad Syaikhu dalam Pilkada Jabar.

    Zulkifli menjelaskan, PAN mempertimbangkan posisi Bima Arya saat ini yang kuat di Bogor. Berdasarkan hasil survei, elektabilitas Bima di Bogor mencapai 70 persen. Hal ini akan memudahkan Bima Arya bila hendak maju kembali dalam pemilihan Wali Kota Bogor 2018.

    Baca: Bos First Travel Ditanya, Mas Gimana Rasanya Makan Uang Jemaah



    "Kalau untuk wakil gubernur nanti bingung bagaimana pembiayaannya untuk kampanye, untuk menjelajahi Jawa Barat," kata dia.

    Sebelumnya, saat pembukaan rakernas PAN, Bima menuturkan ia masih ingin ada di Bogor. Namun ia akan tunduk bila partai memerintahkannya.

    Emil dan Deddy Mizwar sama-sama berusaha menarik perhatian PAN dalam Pilkada Jabar 2018. Emil secara terbuka meminta doa agar disandingkan dengan Bima atau Desy Ratnasari yang merupakan kader PAN. Sementara itu, Deddy Mizwar dua kali mendatangi Hotel Grand Asrilia, tempat berlangsungnya rakernas PAN, saat pembukaan dan mengisi materi.

    Baca: Kasus Penipuan First Travel, Tersangka Selalu Menjawab Lupa


    Undang-Undang Pemilihan Kepala Daerah mensyaratkan partai politik bisa mengusung calon jika memiliki 20 persen kursi di DPRD atau 25 persen perolehan suara partai politik atau gabungan partai politik. 

    Dari jumlah kursi DPRD Jawa Barat, hanya PDI Perjuangan yang bisa mengusung sendiri calon gubernurnya. Di Dewan, partai ini memiliki 20 kursi, disusul Golkar 17 kursi, Partai Keadilan Sejahtera 12 kursi, Partai Demokrat 12 kursi, dan Partai Gerindra 11 kursi. Berikutnya ada Partai Persatuan Pembangunan dengan 9 kursi, Partai Kebangkitan Bangsa 7 kursi, Partai Amanat Nasional 4 kursi, dan Partai Hanura 3 kursi.

     


    AHMAD FAIZ

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Eliud Kipchoge Tak Pecahkan Rekor Dunia Marathon di Ineos 1:59

    Walau Eliud Kipchoge menjadi manusia pertama yang menempuh marathon kurang dari dua jam pada 12 Oktober 2019, ia tak pecahkan rekor dunia. Alasannya?