Bangun Industri Pertahanan, Panglima TNI: Perlu Relokasi Lahan  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu bersama Direktur Utama (Dirut) PT Pindad (Persero) Silmy Karim menghadiri peluncuran empat produk senjata terbaru di Kementerian Pertahanan, Jakarta, 9 Juni 2016. TEMPO/Subekti.

    Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu bersama Direktur Utama (Dirut) PT Pindad (Persero) Silmy Karim menghadiri peluncuran empat produk senjata terbaru di Kementerian Pertahanan, Jakarta, 9 Juni 2016. TEMPO/Subekti.

    TEMPO.COJakarta - Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo mengatakan perlunya relokasi sejumlah lahan industri pertahanan untuk mempermudah akses.

    "Kemudian juga sudah tidak feasible (layak) lagi. Kalau industri seperti Pindad di Bandung ini kan tempatnya kecil, perlu direlokasi ke satu lokasi yang ada pelabuhan, ada bandara, dan sebagainya," kata Gatot, Rabu, 23 Agustus 2017.

    Baca: 
    Menteri Ryamizard: Beli Sukhoi dengan Barter Sesuai Undang Pertahanan

    Gatot pun menyoroti perlunya perbaikan aspek sumber daya manusia untuk melepaskan ketergantungan Indonesia dari produksi asing.

    "(Pengembangan) industri strategis ini bertahap, tidak bisa langsung. Kita alih teknologi dan sebagainya, tapi kemajuan juga pesat, contohnya kapal selam, pesawat tempur juga kita sudah mulai (produksi), radar juga," katanya.

    Baca:
    BPPT Kembangkan Drone untuk Pertahanan Negara

    Sementara itu, Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu mengatakan pemerintah sedang menyiapkan lahan seluas 10 ribu hektare untuk membangun sentra industri pertahanan dalam negeri. Namun dia menolak membocorkan lokasi dan rencana teknis penggunaan lahannya.

    "Saya sudah siapkan 10 ribu hektare untuk PT Dirgantara Indonesia, PT PAL, PT Pindad. Lokasi masih rahasia," ujar Ryamizard saat ditanyai di gedung Kementerian Pertahanan, Jakarta Pusat, Rabu.

    PT Pindad, yang menjadi salah satu pemain utama industri pertahanan domestik, menurut dia, baru memiliki lahan untuk produksi seluas 26 hingga 40 hektare. Ryamizard pun merencanakan penambahan 3.000 hektare lahan bagi PT Pindad agar bisa memperluas pabrik.

    Ryamizard pun bungkam saat ditanya mengenai jumlah dana yang dibutuhkan pemerintah untuk pengadaan lahan ini. Dia hanya berharap kemampuan produksi industri pertahanan domestik bisa berkembang dengan rencana pembentukan sentra industri pertahanan. "(Anggaran) belum tahu, saya siapkan dululah. Tanah dulu," katanya.

    YOHANES PASKALIS PAE DALE


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Eliud Kipchoge Tak Pecahkan Rekor Dunia Marathon di Ineos 1:59

    Walau Eliud Kipchoge menjadi manusia pertama yang menempuh marathon kurang dari dua jam pada 12 Oktober 2019, ia tak pecahkan rekor dunia. Alasannya?