Ada Masjid dan Gereja Satu Tembok, Sekjen Demokrat Kagum  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO/Wisnu Agung Prasetyo

    TEMPO/Wisnu Agung Prasetyo

    TEMPO.COKendari - Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP Partai Demokrat Hinca Panjaitan memuji toleransi kehidupan beragama di Kota Kendari. Pujian itu dilontarkan Hinca setelah mengunjungi dua rumah ibadah di kawasan kota lama yang bersisian dalam satu dinding. Dua rumah ibadah itu berdiri 50 tahun lebih.

    Hinca mengungkapkan, kunjungannya ke dua rumah ibadah itu merupakan momen penting bagi dirinya. Ia mengaku takjub melihat ada masjid dan gereja di Kota Kendari bersisian.

    Baca juga:
    Obama Puji Toleransi Indonesia, Anies Apresiasi Pidato Obama

    "Dinding yang merekat antara gereja dan masjid itu adalah dinding kita. Semua untuk merekatkan, bukan untuk memisahkan. Rumah ibadah punya tembok yang sama, kokoh, dan kuat saling menopang. Ini adalah bentuk konkret bahwa kerukunan kehidupan beragama di Indonesia, khususnya di Sultra, luar biasa indahnya," kata Hinca kepada awak media, Selasa, 22 Agustus 2017.

    Hinca juga berharap dua rumah ibadah di Kendari ini menjadi contoh bagi umat beragama di daerah lain di Indonesia. Sehingga toleransi umat beragama menjadi hangat, serta memupuk jiwa masyarakat Indonesia untuk menghormati setiap agama dengan kepercayaan dan keyakinannya.

    Baca pula:
    Toleransi Umat Beragama di Bali, Sejarawan: Buleleng Barometer

    Saat mengunjungi dua rumah ibadah itu, Hinca juga didampingi Ketua Partai Demokrat Sulawesi Tenggara Muhammad Endang. Di sana pengurus Partai Demokrat sempat berbincang dengan pengurus dua rumah ibadah tersebut.

    Hinca berada di Kendari bersama rombongan untuk melantik pengurus DPD Partai Demokrat Sulawesi Tenggara periode 2016-2021 pada Selasa sore di Lapangan Sorumba, Kabupaten Konawe Selatan.

    Masjid dan gereja di Kendari yang bersisian itu adalah Masjid Dakwah Wanita dan Gereja Pantekosta. Kedua bangunan rumah ibadah ini nyaris satu atap, hanya dipisahkan sekat dinding.

    Gereja Pantekosta dibangun pada 1960, sedangkan Masjid Dakwah Wanita dibangun pada 1963. Dua rumah ibadah ini menjadi bukti nyata kehidupan harmonis dan toleransi antarumat beragama di Bumi Anoa.

    ROSNIAWANTY FIKRI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Eliud Kipchoge Tak Pecahkan Rekor Dunia Marathon di Ineos 1:59

    Walau Eliud Kipchoge menjadi manusia pertama yang menempuh marathon kurang dari dua jam pada 12 Oktober 2019, ia tak pecahkan rekor dunia. Alasannya?