Ketua MPR di Komunitas Asep: Kita Jaga Keragaman

Oleh:
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • KAA harus kreatif dan inovatif agar bisa bekerja sama dengan berbagai pihak.

    KAA harus kreatif dan inovatif agar bisa bekerja sama dengan berbagai pihak.

    INFO MPR - Di sela kunjungan ke Kota Bandung, Jawa Barat, 22 Agustus 2017, Ketua MPR Zulkifli Hasan menyempatkan diri bersilaturahmi dengan Komunitas Asep-Asep (KAA). "Saya memberi apresiasi pada KAA," ujarnya.

    Dikatakan, persatuan dalam komunitas itu sangat bagus. "Bila bersatu kita kuat, bila sendiri-sendiri akan kocar-kacir," ungkapnya. Dalam komunitas yang besar, jumlah anggota KAA mencapai 320.000, dapat bergerak dalam berbagai bidang. Dalam komunitas besar itulah, menurut Zulkifli Hasan, memudahkan kerja sama KAA dengan pemerintah atau pihak lain.

    Dicontohkan saat dirinya menjadi Menteri Kehutanan, banyak kerja sama antara kementerian dengan rakyat, seperti hutan rakyat yang dikelola oleh komunitas masyarakat. Disebut juga saat ini banyak program  kementerian yang bekerja sama dengan komunitas. Dengan demikian rakyat diberdayakan. "Untuk itu KAA harus kreatif dan inovatif agar bisa kerja sama dengan pemerintah dan pihak lainnya," ujarnya berharap.

    Zulkifli Hasan juga mengingatkan bahwa bangsa Indonesia adalah bangsa yang beragam. "Di Sunda ada wayang golek, di suku Jawa ada wayang kulit. Mari kita menjaga keragaman. Perlu sekali menjaga persatuan dan saling menghormati," tambahnya.

    Dalam kesempatan itu, Zulkifli Hasan menyampaikan pesan agar KAA memberikan pendidikan, termasuk pendidikan politik, kepada masyarakat. Disebut dalam memilih pemimpin jangan diukur dengan uang atau sembako. "Jangan memilih gubernur karena uang dan sembako," ujarnya. Ditegaskan bahwa kedaulatan ada di tangan rakyat. "Kita yang berdaulat yang menentukan kepala daerah.

    Ia menambahkan, persoalan sekarang yang dihadapi bangsa ini adalah kualitas sumber daya manusia. "Kita ingin memiliki sumber daya manusia yang kreatif dan inovatif agar bangsa ini mempunyai daya saing. Jangan sampai sumber daya yang berlmpah di negeri ini dikuasai orang lain," ucapnya.

    Asep Supriadi, Ketua Dewan Penasehat KAA, dalam kesempatan itu mengatakan secara organisasi KAA tidak berpolitik namun anggota dibebaskan memilih dan dipilih. "Asep harus solid dalam wadah," ujarnya.

    Apa yang dikatakan Asep Supriadi dikuatkan oleh Asep Hendra Maulana. Menurut Ketua KAA DPW Jawa Barat itu, komunitasnya ingin memberi sumbangsih pada masyarakat. "Kita akan mengadakan silaturahmi KAA se-Jawa Barat," ungkapnya. Dalan silaturahmi itu akan digelar pameran produk dan kreativitas dari anggota KAA.

    Sebagai komunitas yang menggunakan nama Asep, organisasi ini juga akan melestarikan nama Asep. "Kita akan memberikan penghargaan pada orangtua yang memberi nama anaknya dengan nama Asep," ujar Asep Hendra.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.