Jokowi Minta Insiden Bendera Indonesia Terbalik Tak Diperpanjang  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • uru Bicara Presiden Johan Budi mengunjungi Novel Baswedan di Rumah Sakit Mitra Keluarga Kelapa Gading, Jakarta, 11 April 2017. Tempo/Vindry Florentin

    uru Bicara Presiden Johan Budi mengunjungi Novel Baswedan di Rumah Sakit Mitra Keluarga Kelapa Gading, Jakarta, 11 April 2017. Tempo/Vindry Florentin

    TEMPO.COBandung - Juru bicara Istana Kepresidenan, Johan Budi, mengatakan Presiden Joko Widodo menganggap masalah pemasangan bendera Indonesia terbalik di buku panduan SEA Games 2017 di Kuala Lumpur, Malaysia, sudah selesai. 

    “Sudah ada permintaan maaf secara resmi, kemudian buku atau brosur itu ditarik, dan itu yang diminta,” kata Johan di Bandung, Selasa, 22 Agustus 2017, mengenai pemasangan bendera Indonesia terbalik.

    Baca juga: Bendera Indonesia Terbalik, Jokowi Tunggu Permintaan Maaf Malaysia

    Johan mengatakan sebelumnya Jokowi menyatakan kecewa atas insiden bendera Indonesia terbalik pada pencetakan buku panduan itu. “Kita semua kecewa, dan Presiden meminta kepada publik, masyarakat, untuk tidak over-reaktif terhadap ini. Yang penting adalah, seperti yang disampaikan Bapak Presiden, pemerintah Malaysia harus menyampaikan permintaan maaf secara resmi,” katanya.

    Menurut Johan, permintaan maaf resmi itu sudah disampaikan Malaysia. “Kemarin kita sudah mendengar bersama bahwa pemerintah Malaysia menyampaikan permintaan maaf kepada pemerintah Indonesia dan rakyat Indonesia. Mereka menggunakan bahasa ‘kesilapan’ karena menaruh gambar bendera Merah Putih secara terbalik,” ucapnya.

    Syarat kedua pemerintah tidak memperpanjang insiden ini adalah Malaysia menarik semua buku panduan yang mencetak bendera Indonesia terbalik. “Seperti yang disampaikan Menpora Imam Nachrowi, pemerintah Indonesia meminta brosur atau buku panduan itu ditarik dan digantikan dengan cetakan bendera yang benar,” kata Johan.

    Johan mengatakan permasalahan bendera Indonesia terbalik dianggap selesai jika dua hal itu dipenuhi. “Kalau itu sudah dilaksanakan, saya kira tidak perlu dipersoalkan lagi, tidak perlu diperpanjang lagi. Kalau sudah minta maaf secara terbuka, secara resmi, dan menarik buku itu,” katanya.

    AHMAD FIKRI



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Calon Menteri yang Disodorkan Partai dan Ormas, Ada Nama Prabowo

    Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa sebanyak 45 persen jejeran kursi calon menteri bakal diisi kader partai.