Apartemen DPR Batal, Setnov: Rumah Dinas di Kalibata Masih Layak

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suasana lingkungan Kompleks Rumah Jabatan Anggota DPR RI, di Kalibata, Jakarta, 21 Agustus 2017. Tempo/Ghoida Rahmah

    Suasana lingkungan Kompleks Rumah Jabatan Anggota DPR RI, di Kalibata, Jakarta, 21 Agustus 2017. Tempo/Ghoida Rahmah

    TEMPO.CO, JakartaDPR akhirnya membatalkan rencana pembangunan apartemen yang semula akan digunakan untuk tempat tinggal bagi para anggota DPR. Pembatalan disebabkan rumah jabatan di Ulu Jami dan Kalibata masih representatif.

    Baca juga: Alasan DPR Ngotot Bangun Apartemen

    "Kami sudah putuskan secara bersama bahwa membangun atau menyewa apartemen tidak perlu, keputusan itu sudah final," kata Ketua DPR Setya Novanto di Gedung Nusantara III, Jakarta, Selasa, 22 Agustus 2017.

    Novanto mengatakan dirinya sudah berbicara dengan Ketua Tim Pembangunan Fahri Hamzah dan Wakil Ketua DPR Fadli Zon terkait pembatalan pembangunan apartemen.

    Menurut Novanto, dirinya menjelaskan kepada keduanya bahwa Rumah Jabatan Anggota DPR di Ulu Jami dan Kalibata, kalau dikembalikan ke Kementerian Sekretariat Negara, prosesnya sangat panjang sehingga tidak memungkinkan.

    "Itu harus melalui proses nanti disampaikan dulu di Setneg, belum lagi proses-proses lain yang sangat panjang. Rumah Jabatan di Ulu Jami dan Kalibata masih layak bagi anggota DPR," ujarnya.

    Terkait rencana pembangunan gedung baru DPR, Novanto hanya menjelaskan bahwa kondisinya saat ini sangat tidak memungkinkan untuk menampung jumlah anggota DPR sebanyak 560 orang dan para stafnya.

    Dia mengatakan gedung kantor di Nusantara I hanya mampu menampung 800-1.400 orang, sedangkan saat ini diisi 560 anggota DPR dan masing-masing memiliki tujuh tenaga ahli dan staf, sehingga jumlahnya menjadi 4 ribu orang lebih.

    "Tim meminta saya untuk mempertimbangkan kembali terkait pembangunan gedung baru DPR. Nanti Pak Fahri sebagai ketua tim yang akan menjelaskan lebih rinci," ucapnya.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tommy Soeharto dan Prabowo, Dari Cendana Sampai ke Pemerintahan

    Tommy Soeharto menerima saat Prabowo Subianto masuk dalam pemerintahan. Sebelumnya, mereka berkoalisi menghadapi Jokowi - Ma'ruf dalam Pilpres 2019.