Pendaki Tewas, Jalur Pendakian Gunung Lawu Ditutup  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Jalur pendakian melewati Cemoro Kandang yang ditutup akibat dampak kebakaran hutan di Gunung Lawu, Karanganyar, Jawa Tengah, 26 Oktober 2015. Selain pendakian lewat jalur Cemoro Kandang Jawa Tengah, Perhutani juga menutup jalur pendakian melewati Cemoro Sewu, Jawa Timur. Bram Selo Agung/Tempo

    Jalur pendakian melewati Cemoro Kandang yang ditutup akibat dampak kebakaran hutan di Gunung Lawu, Karanganyar, Jawa Tengah, 26 Oktober 2015. Selain pendakian lewat jalur Cemoro Kandang Jawa Tengah, Perhutani juga menutup jalur pendakian melewati Cemoro Sewu, Jawa Timur. Bram Selo Agung/Tempo

    TEMPO.COMagetan - Perum Perhutani menutup jalur pendakian Gunung Lawu melalui Cemoro Sewu, Magetan, Jawa Timur, Selasa siang, 22 Agustus 2017. Penutupan ini untuk memudahkan evakuasi jenazah Sularno, 50 tahun, warga Desa Sidomulyo, Kecamatan Matesih, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, yang tewas akibat kedinginan ketika berada di Pos 5 Hargo Dalem, Kecamatan Plaosan, Magetan, Jawa Timur. 

    "Penutupan (jalur pendakian Gunung Lawu) bersifat sementara," kata Asisten Perhutani Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Lawu Selatan, Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Lawu dan Sekitarnya, Marwoto, saat ditemui di Pos Cemoro Sewu, Selasa. 

    Setelah evakuasi dilakukan, Marwoto melanjutkan, jalur pendakian melalui Cemoro Sewu bakal dibuka kembali. Evakuasi yang melibatkan tim SAR gabungan, di antaranya Perhutani, BPBD, polisi, dan TNI AD, diperkirakan membutuhkan waktu 10 jam. "Sehari ini (jalur pendakian) ditutup," ujarnya. 

    Kepala Kepolisian Sektor Plaosan Ajun Komisaris Ruwajianto mengatakan setelah dievakuasi, jenazah akan diperiksa dokter. Langkah ini untuk mengetahui penyebab kematian korban yang mendaki seorang diri sejak Rabu sore, 16 Agustus 2017. Setelah itu, jenazah akan diserahkan kepada pihak keluarga yang sudah menunggu di pos Cemoro Kandang, Karanganyar, Jawa Tengah. 

    Upaya itu, Ruwajianto menuturkan, sudah dikoordinasikan dengan Kepolisian Karanganyar. Dalam koordinasi itu juga diketahui kondisi fisik korban kurang sempurna. Ia menyandang tuna rungu, tuna wicara, dan kakinya pincang. Adapun penyebab kematian korban diduga karena kedinginan. 
    "Mungkin juga kelelahan dan tidak ada yang mengetahui karena korban mendaki seorang diri," ucap Ruwajianto. 

    Sularno mendaki Gunung Lawu melalui pintu masuk Cemoro Kandang pada Rabu sore, 16 Agustus 2017. Ia meninggalkan Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) di pos yang menjadi syarat sebelum mendaki. 

    Sukamto, adik kandung Sularno, mengatakan kakaknya sudah sering mendaki Gunung Lawu. Pada Rabu pekan lalu, Sularno sempat berpamitan untuk mendaki selama tujuh hari. "Berangkat sendiri. Kalau untuk ciri fisiknya kakinya pincang akibat kecelakaan lalu lintas," kata Sukamto saat ditemui di pos Cemoro Kandang.

    NOFIKA DIAN NUGROHO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Profil Ketua KPK Firli Bahuri dan Empat Wakilnya yang Dipilih DPR

    Lima calon terpilih menjadi pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi untuk periode 2019-2023. Firli Bahuri terpilih menjadi Ketua KPK.