Bus Jemaah Haji Tanpa Toilet, DPR Janji Tegur Garuda Indonesia

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Dede Yusuf, mantan wagub Jawa Barat, menjadi anggota DPR RI periode 2014-2019 dari fraksi Partai Demokrat, terlihat di sidang perdana paripurna MPR di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, 2 Oktober 2014. TEMPO/Frannoto

    Dede Yusuf, mantan wagub Jawa Barat, menjadi anggota DPR RI periode 2014-2019 dari fraksi Partai Demokrat, terlihat di sidang perdana paripurna MPR di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, 2 Oktober 2014. TEMPO/Frannoto

    TEMPO.CO, Banda Aceh - Wakil Gubernur Aceh, Nova Iriansyah menggelar pertemuan dengan  Panitia Kerja (Panja) Kesehatan Haji, Komisi IX Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, di Asrama Haji Banda Aceh, Senin 21 Agustus 2017.

    Rombongan Panja Kesehatan Haji DPR RI dipimpin langsung oleh Ketua Komisi IX DPR RI, Dede Yusuf Effendi, didampingi Direktur Kepatuhan, hukum dan Hubungan Antar Lembaga Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Pusat dan Dewan Pengawas BPJS Kesehatan.

    Baca juga:

    Air Zamzam Sudah Sampai Sebelum Jemaah Haji Pulang ke Tanah Air

    Dalam pertemuan tersebut terungkap bahwa sarana bus penjemputan jemaah calon haji yang hendak berangkat dan jemaah haji yang sudah pulang ke tanah air, tidak dilengkapi dengan toilet. Dengan waktu tunggu di dalam bus mencapai hingga 2 jam, maka dikhawatirkan menahan buang air akan berpengaruh bagi kesehatan jemaah haji. Bus penjemputan jemaah merupakan tanggungjawab Garuda Indonesia.

    Dede Yusuf berjanji akan menegur manajemen Garuda untuk membenahi hal tersebut. “Nanti tolong diingatkan untuk membuat hasil temuan kepada tim pengawas haji, karena di dalamnya ada juga Komisi V DPR RI untuk menegur Garuda Indonesia, yang menyediakan bus-bus tanpa toilet, karena alokasi anggaran transportasi ini cukup besar,” katanya.

    Baca pula:

    Daftar Haji Sekarang, Butuh 15 Tahun Berangkat ke Tanah Suci

    Menurut Dede, pelayanan kesehatan bagi jemaah haji di Arab Saudi masih dilakukan ditenda-tenda. Oleh karena itu Pemerintah Indonesia sempat mengusulkan untuk membangun rumah sakit untuk memudahkan memberikan pelayanan kesehatan kepada jemaah haji.

    Tetapi kebijakan Kerajaan Arab Saudi tidak mengizinkan negara lain membangun Rumah Sakit di Arab Saudi. “Hal yang memungkinkan dilakukan adalah menjalin kerjasama dengan rumah sakit setempat. Nah, inilah yang sedang kita jajaki. Kita berharap pelayanan kesehatan jemaah haji Indonesia akan lebih baik di masa mendatang," ujar Dede Yusuf.

    Sementara itu, Wakil Gubernur Aceh Nova Iriansyah mengatakan, terkait bus angkutan jemaah haji, akan menggelar pertemuan dengan pihak terkait, yaitu Kemenag, Kemenhub dan Garuda untuk menyediakan angkutan yang mewah kepada para jemaah. “Nanti teknisnya akan kita tindaklanjuti, skemanya kita akan bicarakan lebih lanjut,” kata Wagub.

    Wagub menambahkan saat ini Pemerintah Aceh sedang mencari skema untuk memperbaiki asrama haji, karena kondisi asrama haji yang sudah tua. Selain itu pembangunan gedung baru juga terkesan tidak terintegrasi dengan baik.

    Usai mengelar pertemuan, rombongan DPR RI juga melakukan peninjauan ke kamar para calon jemaah haji di Banda Aceh. Selanjutnya, rombongan juga meninjau restoran dan dapur serta meninjau sarana kesehatan para jama’ah haji.

    Dede Yusuf mengaku puas dan dengan penyelenggaraan pelayanan bagi para caalon jemaah haji di embarkasi Aceh. “Bagus, kamarnya bagus, restorannya mirip restoran minang, dapurnya juga bersih. Secara keseluruhan cukup nyaman,” ujar Dede singkat.

    Dede Yusuf juga sempat berbincang dan menanyakan langsung kepada beberapa calon jemaah haji yang ditemui, terkait dengan berbagai pelayanan yang diberikan oleh pihak asrama haji. “Alhamdulillah, semuanya pelayanannya bagus pak,” ujar salah seorang jemaah. 

    ADI WARSIDI 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wajah Anggota Kabinet Indonesia Maju yang Disusun Jokowi - Ma'ruf

    Presiden Joko Widodo mengumumkan para pembantunya. Jokowi menyebut kabinet yang dibentuknya dengan nama Kabinet Indonesia Maju.