Sidang E-KTP, Saksi Ini Ungkap Duit dari Kakak Andi Narogong

Reporter

Pengadilan Tindak Pidana Korupsi atau Tipikor Jakarta Pusat, Senin, 14 Agustus 2017, kembali menggelar sidang kasus korupsi pengadaan kartu tanda penduduk elektronik atau e-KTP, dengan terdakwa Andi Agustinus atau Andi Narogong. MARIA FRANSISCA

TEMPO.CO, Jakarta -  Ikhsan Harahap dalam kesaksiannya di persidangan kasus e-KTP dengan terdakwa Andi Agustinus alias Andi Narogong mengakui ada sejumlah aliran dana yang masuk ke rekeningnya. Dana itu, kata Ikhsan, dipakai membuka restoran Dedi Priyono, kakak Andi Narogong.  “Waktu itu Pak Dedi Priyono tanya nomor rekening saya, akan ada uang buat restoran,” kata Ikhsan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta,  Senin, 21 Agustus 2017.

Jaksa penuntut umum KPK Irene Putri menjelaskan, sedikitnya ada tiga transaksi yang terjadi yang melibatkan rekening Ikhsan. Penerimaan pertama terjadi pada 13 Desember 2011 dengan nilai US$ 50 ribu. Uang itu berasal dari PT Noah Arkindo, salah satu perusahaan yang terlibat dalam proyek e-KTP.

Baca: Andi Narogong ke KPK, Ada Apa?

Ikhsan pun membenarkan transaksi tersebut. “Setelah menerima uang transfer, saya menarik uang itu lalu menyerahkan ke seseorang,” kata Ikhsan sembari mengaku dihubungi oleh orang yang akan mengambil uang, namun identitas penerima uang ia tak ingat. Usai diserahkan, Ikhsan memberitahu Dedi.

Jaksa Irene melanjutkan, penerimaan kedua terjadi pada 24 Februari 2012. Uang sebesar US$ 29 ribu juga berasal dari PT Noah Arkindo. Ikhsan mengatakan, uang itu juga ditarik dari rekening Ikhsan atas perintah Dedi. Penyerahan dilakukan di Singapura secara tunai.

Sementara itu, transaksi ketiga terjadi pada 12 Maret 2012. Ikhsan mengaku menerima sekitar US$ 700 ribu. Berdasarkan bukti transaksi, uang itu berasal dari Biomorf Mauritius. Perusahaan itu adalah vendor produk AFIS merek L-1 dalam proyek e-KTP.

Baca: Jaksa KPK Sebut Andi Narogong Gelar Pertemuan Setir Proyek E-KTP

Belakangan, jaksa penuntut umum KPK menduga aliran duit tersebut adalah tindak pidana pencucian uang dalam proyek e-KTP. Sedangkan rekening Ikhsan telah digunakan sebagai media dugaan pencucian uang.

Ikhsan menegaskan tidak mengetahui bahwa aliran dana itu berkaitan dengan proyek e-KTP dan dugaan pencucian. Sebab, informasi awal uang itu hanya untuk mendirikan restoran. “Saya tidak pernah ikut dalam proyek e-KTP,” kata dia.

Sedangkan Andi Narogong menuturkan keterangan tersebut sebagian besar benar. “Keterangan saksi sebagian besar benar, yang memerintahkan transfer adalah saya sendiri karena saya berminat membuka restoran,” kata Andi.

DANANG FIRMANTO






Surya Darmadi Kembali Sebut Dakwaan Jaksa Penuntut Umum Mengada-Ada

9 hari lalu

Surya Darmadi Kembali Sebut Dakwaan Jaksa Penuntut Umum Mengada-Ada

Surya Darmadi menyatakan dirinya seharusnya hanya mendapatkan sanksi administratif, bukan pidana.


Komisi Yudisial Diminta Pantau Persidangan Tipikor di Banjarmasin

22 April 2022

Komisi Yudisial Diminta Pantau Persidangan Tipikor di Banjarmasin

Berharap Majelis Hakim tidak dapat diintervensi oleh pihak-pihak yang beritikad jahat


Di Sidang Tipikor, Netanyahu Mengklaim Dirinya Dijebak

24 Mei 2020

Di Sidang Tipikor, Netanyahu Mengklaim Dirinya Dijebak

Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, berusaha tampil tak bersalah di sidang tindak pidana korupsi. Ia mengklaim polisi korup menjebaknya.


Surati Presiden dan DPR, KPK Minta UU Tipikor Direvisi

19 Desember 2019

Surati Presiden dan DPR, KPK Minta UU Tipikor Direvisi

Agus Rahardjo menilai, UU Tipikor sebenarnya lebih penting dibandingkan UU KPK.


Sidang E-KTP Agendakan Vonis untuk Made Oka dan Irvanto Sore Ini

5 Desember 2018

Sidang E-KTP Agendakan Vonis untuk Made Oka dan Irvanto Sore Ini

Dalam sidang e-KTP, jaksa menyatakan Made Oka Masagung dan Irvanto terbukri merugikan keuangan negara sebesar Rp2,3 triliun


Irvanto Soal Tuntutan Korupsi E-KTP: Tak Adil, Saya Cuma Kurir

21 November 2018

Irvanto Soal Tuntutan Korupsi E-KTP: Tak Adil, Saya Cuma Kurir

Irvanto mengaku tak terima uang sama sekali dari korupsi e-KTP. Dia hanya dijanjikan Rp 1 miliar oleh Andi Narogong yang tidak diterimanya hingga kini


Keponakan Setya Novanto Dituntut 12 Tahun Penjara di Kasus E-KTP

6 November 2018

Keponakan Setya Novanto Dituntut 12 Tahun Penjara di Kasus E-KTP

Menurut jaksa, keponakan Setya Novanto itu terbukti mengintervensi proses lelang proyek e-KTP dengan memenangkan perusahaan tertentu.


Keponakan Setya Novanto Bantah Ada Kode Miras dalam Korupsi E-KTP

23 Oktober 2018

Keponakan Setya Novanto Bantah Ada Kode Miras dalam Korupsi E-KTP

Sebelumnya, terungkap fakta adanya nama minuman keras yang dijadikan kode untuk membagikan uang dari imbalan proyek e-KTP.


Bantah Keterangan Saksi, Hakim Tegur Keponakan Setya Novanto

23 Oktober 2018

Bantah Keterangan Saksi, Hakim Tegur Keponakan Setya Novanto

Keponakan Setya Novanto, Irvanto Hendra Pambudi, dianggap membantah tanpa mengungkapkan bukti atau alibi.


Mantan Kepala PPATK akan Bersaksi dalam Sidang Kasus E-KTP

9 Oktober 2018

Mantan Kepala PPATK akan Bersaksi dalam Sidang Kasus E-KTP

Dalam perkara ini, KPK mendakwa Irvanto Hendra Pambudi dan Made Oka Masagung turut terlibat dalam korupsi proyek e-KTP.