Sidang Miryam S Haryani, Hakim Mencecar Saksi Soal Peran di E-KTP

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Terdakwa Miryam S Haryani (kanan) dan pengacara Elza Syarief (kiri) berbincang di ruang sidang Koeseomah Atmadja l Pengadilan Tipikor Jakarta, 21 Agustus 2017. TEMPO/Danang Firmanto

    Terdakwa Miryam S Haryani (kanan) dan pengacara Elza Syarief (kiri) berbincang di ruang sidang Koeseomah Atmadja l Pengadilan Tipikor Jakarta, 21 Agustus 2017. TEMPO/Danang Firmanto

    TEMPO.CO, Jakarta - Anggota majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta John Halasan Butar Butar mencecar pengacara Anton Taufik yang menjadi saksi dalam persidangan perkara pemberian keterangan tidak benar dalam sidang kasus E-KTP dengan terdakwa Miryam S Haryani. Hakim John Halasan Butar Butar berkali-kali menanyakan pesan yang disampaikan tersangka Kasus e-KTP, Markus Nari, kepadanya.

    “Peran apa yang sedang Anda mainkan?” tanya John Halasan Butar Butar di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin, 21 Agustus 2017.

    Baca: KPK Periksa Elza Syarief untuk Tersangka E-KTP Markus Nari

    Anton Taufik mengaku sebagai kawan dekat Markus Nari. Dia mengenal politikus Partai Golkar itu sejak 2013. Saat itu keduanya memiliki rumah bersebelahan di Makassar. Anton dan Markus sering berkomunikasi untuk konsultasi persoalan hukum.

    Dalam kesaksiannya, Anton Taufik mengaku diminta oleh Markus Nari mencarikan salinan Berita Acara Pemeriksaan (BAP) terhadap Markus Nari dan Miryam S Haryani. Kedua BAP itu berhasil ia peroleh pada 14 Maret 2017 dari Siswanti, Panitera Pengadilan Tipikor Jakarta.

    Hakim John menuturkan, tindakan Anton meminta BAP atas nama terdakwa Miryam dan Markus tidak bisa dibenarkan. Ia kembali meminta agar Anton berterus-terang mengenai perannya dalam kasus e-KTP. Namun, Anton mengaku menuruti permintaan Markus Nari itu, hanya karena ingin membantu.

    Simak pula: Korupsi E-KTP, KPK Sudah Kantongi Bukti Upaya Pembungkaman Miryam

    “Membantu, pantau-pantau perkembangan karena dia dipanggil sebagai saksi e-KTP. Karena hubungannya bertetangga dengan beliau,” ujar Anton Taufik.

    John terus mencecar Anton tentang pesan lain yang disampaikan Markus Nari kepadanya. Anton pun mengungkapkan kalau Markus pernah berpesan agar tidak menyebut namanya jika bertemu Miryam S Haryani.

    “Markus menyampaikan kalau ketemu Miryam, jangan sebut nama saya,” kata Anton. Namun Anton tidak pernah mengungkapkan hal itu lantaran takut terjadi apa-apa. Masih atas permintaan Markus Nari, Anton Taufik menyerahkan sendiri salinan BAP Miryam S Haryani kepada pengacara Elza Syarief selaku kuasa hukum Miryam. Saat Anton mendatangi kantor Elza, Miryam S Haryani sudah berada di sana.

    DANANG FIRMANTO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.